KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura – Sebanyak 45 finalis pemilihan Putri Indonesia 2026 dari seluruh Indonesia, sosok Glorya Stevany Yame Nayoan perwakilan Papua menjadi salah satu peserta yang mengikuti sejumlah tahapan seleksi hingga menuju malam puncak atau Grand Final Pemilihan Putri Indonesia 2026.
Glorya—begitu dia sering disapa, merupakan sosok inspiratif kemanusiaan dari ufuk timur Indonesia, optimis dapat memberikan yang terbaik dan mengharumkan nama Papua di kancah nasional. Dia bertekad memberdayakan perempuan dan mempromosikan budaya Papua di tingkat nasional maupun global.

Dalam ajang pemilihan Putri Indonesia 2026, Glorya siap membawa misi besar, yakni: mematahkan stigma HIV/AIDS melalui edukasi dan pemberdayaan perempuan. Apalagi sebagai perempuan muda Papua, dia tumbuh menyaksikan stigma, ketakutan, dan pemahaman terbatas tentang HIV/AIDS.
Latar belakang pendidikan sebagai lulusan Kesehatan Masyarakat (S.K.M.) memberinya perspektif mendalam, bahwa edukasi kunci utama perubahan. Glorya melihat hidup bukan hanya sebagai siapa dirinya hari ini, tapi bagaimana menjadi cahaya dan harapan bagi orang lain. “Saya percaya, diam tak akan pernah ciptakan perubahan,” katanya.

Sebelumnya, Gubernur Papua Matius D. Fahkiri menerima audiensi Glorya di Kantor Gubernur Papua, Kota Jayapura, Papua, Rabu, 18 Februari 2026. Dalam audiensi ini, turut didampingi sejumlah SKPD terkait sebagai instansi pengampu.
Menurut Matius, keikutsertaan generasi muda Papua dalam ajang Putri Indonesia 2026 tak hanya membawa nama baik daerah, tapi juga menjadi inspirasi dan motivasi bagi anak-anak muda Papua untuk terus berprestasi di berbagai bidang.
Pada pertemuan itu, Matius menyampaikan dukungan penuh kepada Glorya dan menginstruksikan SKPD terkait memberikan dukungan sesuai tugas dan fungsinya, guna kelancaran persiapan dan tahapan seleksi yang akan diikuti. “Kami dukung penuh agar wakil Papua tampil maksimal, membanggakan daerah di tingkat nasional,” katanya. ***(Siaran Pers)


















