KABARPAPUA.CO, Serui– Distrik Yapen Selatan menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.
Kegiatan berlangsung di Aula Hotel Merpati Serui, Senin 23 Februari 2026 dan menghimpun 105 usulan pembangunan dari 3 kelurahan dan 10 kampung.
Bupati Kepulauan Yapen, Benyamin Arisoy membuka musrebang distrik tersebut dan turut dihadiri tim asistensi Bappeda dan anggota DPRK dari daerah pemilihan Yapen Selatan.
Benyamin bilang, seluruh usulan dari distrik akan dirangkum dan dibahas pada musrenbang tingkat kabupaten, kemudian diselaraskan dengan perencanaan pembangunan provinsi hingga nasional.
“Kami mengakui banyak usulan masyarakat belum diakomodasi secara optimal karena keterbatasan sumber daya dan kemampuan keuangan daerah. Dalam dua tahun terakhir pemerintah daerah juga menghadapi kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak pada pelaksanaan sejumlah program,” katanya.
Bupati menekankan pentingnya penyusunan perencanaan yang realistis dengan mempertimbangkan sumber pendanaan yang jelas, baik dari dana kampung, APBD kabupaten, maupun sumber lainnya. Ia juga mengingatkan tidak semua program menjadi kewenangan pemerintah kabupaten, karena sebagian merupakan kewenangan pemerintah provinsi maupun pusat, sehingga sering menimbulkan tumpang tindih pemahaman di masyarakat.
“Pemanfaatan dana kampung dan Alokasi Dana Desa harus dilaksanakan sesuai ketentuan,” jelasnya.
Kepala Distrik Yapen Selatan, Meilan Benediktus Tempo menyampaikan musrenbang merupakan distrik kelanjutan dari musrenbang tingkat kampung dan kelurahan yang telah dilaksanakan sejak 5 Desember 2025 hingga 18 Februari 2026.
Forum ini bertujuan menghimpun dan menyusun usulan pembangunan masyarakat untuk didorong ke tingkat kabupaten dalam penyusunan RKPD Tahun 2027.
“Terdapat 105 usulan yang terdiri atas 89 usulan bidang infrastruktur, 12 usulan bidang ekonomi, 4 usulan bidang sosial budaya, dan 1 usulan bidang pemerintahan. Sementara jumlah penduduk Distrik Yapen Selatan tercatat 36.266 jiwa dengan 11.646 kepala keluarga,” katanya. *** (Ainun Faathirjal)


















