KABARPAPUA.CO, Serui – Wakil Ketua Komisi C DPRK Kepulauan Yapen, Rian Hendrik, mengapresiasi pelaksanaan pelatihan dan pentas Tari Yosim Pancar (Yospan) dan pembuatan mahkota kepala khas Papua.
Kegiantan ini diikuti puluhan peserta dari kalangan generasi muda yang antusias mempelajari seni dan budaya asli Papua. Kegiatan ini digelar Sanggar Seni Wamanya Tuturi di Pantai Rawaido, Kampung Barawaikap, Distrik Yapen Selatan, Jumat, 24 Juli 2026.
“Kegiatan ini sebagai langkah nyata dalam melestarikan budaya Papua sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang kreatif dan produktif,” kata Rian saat membuka kegiatan.
Rian mengajak seluruh peserta untuk mengikuti setiap materi pelatihan dengan serius agar keterampilan yang diperoleh dapat terus dikembangkan menjadi karya seni yang bernilai dan memiliki manfaat ekonomi.

Menurut Rian, pelatihan seni budaya bukan sekadar sarana melestarikan warisan budaya daerah, tetapi membuka peluang bagi generasi muda mengembangkan kreativitas, menciptakan produk seni, dan meningkatkan kesejahteraan melalui sektor ekonomi kreatif.
“Melalui pelatihan ini, saya berharap peserta tidak hanya mampu menguasai keterampilan seni, tetapi juga dapat menjadikannya sebagai peluang usaha yang bernilai ekonomi tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya Papua,” ujarnya.
Rian juga mengapresiasi komitmen Sanggar Seni Wamanya Tuturi dalam membina dan memperkenalkan seni budaya Papua kepada generasi muda. Ia berharap sanggar itu terus konsisten mengembangkan berbagai kegiatan pelestarian budaya di tengah pesatnya perkembangan zaman dan teknologi.
Menurut Rian, keterlibatan generasi muda dalam kegiatan seni budaya sangat penting agar mereka semakin mengenal, mencintai, dan menjaga warisan budaya Papua sebagai identitas daerah.
“Kami harus memastikan budaya Papua tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Generasi muda memiliki peran penting sebagai penerus dalam menjaga dan mengembangkan kekayaan budaya yang kita miliki,” terang Rian. ***(Ainun Faathirjal)


















