Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

BISNIS · 24 Jul 2026 22:26 WIT

Cegah Investasi Bodong dan Pinjol Ilegal, OJK Papua Edukasi ASN Kepulauan Yapen


					Analis Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Papua menyampaikan materi literasi keuangan kepada ASN dalam kegiatan Nokenku di Kabupaten Kepulauan Yapen. (Foto dok: IST) Perbesar

Analis Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Papua menyampaikan materi literasi keuangan kepada ASN dalam kegiatan Nokenku di Kabupaten Kepulauan Yapen. (Foto dok: IST)

KABARPAPUA.CO, Serui – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Yapen bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Papua menggelar kegiatan Ngobrol Keren tentang Keuangan (Nokenku) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Kepulauan Yapen, Serui, Jumat, 24 Juli 2026.

Program ini bertujuan meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, sekaligus memperkuat perlindungan konsumen agar ASN semakin cerdas dalam mengelola keuangan dan terhindar dari berbagai bentuk kejahatan finansial.

Kegiatan ini diikuti para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), kepala bagian, kepala bidang, serta bendahara pengeluaran di linkungan Pemkab Kepulauan Yapen.

Menurut Analis Edukasi dan Perlindungan Konsumen Kantor OJK Papua, Jones Sutanto Bubun, program ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan serta memperkuat perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan.

Dalam kegiatan itu, peserta memperoleh berbagai materi edukasi, mulai dari pengenalan Satgas PASTI dan Indonesia Anti-Scam Centre (IASC), perlindungan konsumen dan masyarakat di sektor jasa keuangan, hingga pemaparan produk dan layanan perbankan dari Bank Papua.

Jones menjelaskan, OJK Papua memiliki wilayah kerja yang mencakup empat provinsi di Tanah Papua. “Peningkatan literasi keuangan menjadi salah satu program prioritas OJK dalam menjalankan fungsi pengaturan, pengawasan, dan perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan,” katanya.

Selain menyediakan layanan pengaduan masyarakat, kata Jones, OJK juga terus mengedepankan langkah preventif melalui edukasi agar masyarakat mampu mengenali produk keuangan yang legal dan terhindar dari berbagai modus penipuan.

“Literasi keuangan sangat penting untuk mewujudkan kesejahteraan keluarga. ASN memiliki penghasilan yang rutin sehingga harus mampu mengelolanya dengan baik agar dapat merancang kehidupan yang lebih sejahtera,” ujarnya.

Pembukaan kegiatan Ngobrol Keren tentang Keuangan (Nokenku) yang diselenggarakan di Hotel Merpati Serui, Jumat, 24 Juli 2026. (Foto dok: IST)

Jones juga mengajak seluruh ASN untuk memanfaatkan produk investasi yang legal dan berada di bawah pengawasan OJK. Pada kesempatan tersebut, Bank Papua memperkenalkan berbagai produk perbankan, sementara PT Pegadaian memaparkan investasi emas sebagai salah satu instrumen investasi yang aman dan mudah dijangkau masyarakat.

Pelaksana Tugas Sementara (Pjs) Kepala Cabang Bank Papua Serui, Marsela Wabiser, mengapresiasi OJK Papua atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi keuangan sangat penting di tengah meningkatnya berbagai bentuk kejahatan keuangan digital.

“Kegiatan ini memberikan pemahaman kepada ASN tentang pentingnya menabung dan menjaga keamanan dana yang dimiliki, mengingat berbagai modus kejahatan keuangan saat ini semakin masif,” katanya.

Kegiatan ini dibuka langsung Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Kepulauan Yapen, Aser Pongrate yang mewakili Bupati Kepulauan Yapen Benyamin Arisoy.

Dalam sambutan Bupati Kepulauan Yapen yang dibacakan Aser, Pemkab Kepulauan Yapen menyampaikan apresiasi kepada OJK Papua atas inisiatif menghadirkan Program Nokenku sebagai upaya meningkatkan literasi keuangan di kalangan ASN.

Menurut bupati, kata Aser, perkembangan sektor jasa keuangan yang semakin pesat memang memberikan kemudahan dalam bertransaksi. Namun, di sisi lain juga menghadirkan tantangan berupa maraknya pinjaman online (pinjol) ilegal, investasi bodong, hingga penyalahgunaan data pribadi.

“ASN tidak hanya dituntut mampu mengelola keuangan pemerintah secara profesional, tetapi juga harus mampu mengelola keuangan pribadi dan keluarga secara arif dan bijaksana,” jelasnya.

Melalui kegiatan Nokenku, Pemkab Kepulauan Yapen berharap seluruh ASN semakin memahami pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat, mampu mengambil keputusan finansial secara bijak, serta menjadi agen literasi keuangan di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat. ***(Ainun Faathirjal)

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

13 Tahun Berteman Pelita dan Teror Hewan Liar, Rumah Karyo Kini Benderang Berkat Light Up The Dream PLN

25 July 2026 - 09:37 WIT

Sisa 4 Hari, PLN Gencarkan Edukasi Promo Tambah Daya 50 Persen

25 July 2026 - 08:32 WIT

PT Munja Utama Indonesia Raih Pemred Award dan Pena Emas 2026

24 July 2026 - 22:35 WIT

Rian Hendrik Ajak Generasi Muda Kembangkan Seni Budaya Bernilai Ekonomi

24 July 2026 - 22:02 WIT

Bank Modern Express Edukasi Siswa SD Filadelfia Gemar Menabung

24 July 2026 - 12:54 WIT

Pemkab Kepulauan Yapen Pastikan Revisi RTRW Berbasis Pembangunan Berkelanjutan

24 July 2026 - 10:02 WIT

Trending di KABAR KEPULAUAN YAPEN