Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

PERISTIWA · 12 Feb 2026 19:35 WIT

2 Senjata Api TNI Dirampas di Lokasi Penembakan Mile 50 Tembagapura


					Ilustrasi TNI. Foto: Katharina/Kabarpapua.co Perbesar

Ilustrasi TNI. Foto: Katharina/Kabarpapua.co

KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura– Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) dari Timika dan TPNPB Kodap VIII Intan Jaya mengaku berhasil merampas  2 unit senjata api SS2, 2 unit magazin dan 50 butir amunisi, pasca kontak tembak di Mile 50 areal PT Freeport Indonesia

“Kini, senjata dan amunisi menjadi aset TPNPB,” jelas Juru bicara TPNPB OPM, Sebby Sambom, dalam keterangan tertulisnya.

.TPNPB Kodap VIII Intan Jaya juga mengklaim bertanggung jawab atas serangan dan penembakan di areal tambang emas tersebut. 

Dalam keterangan tertulisnya,  TPNPB juga  mendesak kepada Presiden Prabowo Subianto dan Amerika Serikat untuk segera menutup PT. Freeport Indonesia diatas tanah leluhur Papua. 

Jika tidak, TPNPB akan tetap melakukan penyerangan dan penembakan di areal PT. Freeport Indonesia hingga Amerika, Indonesia dan Belanda dapat menyelesaikan akar persoalan konflik diatas Tanah Papua selama 63 tahun lebih.

Dalam pesan tersebut meminta Presiden Donald Trump untuk meninjau kembali sejarah Papua dan konflik yang  berkepanjangan yang sedang terjadi di atas Tanah Papua antara TPNPB dengan aparat militer Indonesia yang mengakibatkan terjadinya banyak korban jiwa antara warga sipil dan kedua belah pihak. 

“Penyerangan terhadap aparat militer Indonesia di wilayah PT. Freeport Indonesia akan terus terjadi jika pemerintah Indonesia, Amerika dan Belanda tidak dapat menyelesaikan akar persoalan konflik dan pertempuran akan terus meningkat di seluruh wilayah Papua jika Indonesia tidak membuka diri dalam penyelesaian masalah politik,” kata Sebby.

Sehari sebelumnnya rombongan kendaaraan Freeport mendapat penyerangan di Mile 50. Dalam  kejadian ini, Serka AC terkena tembakan dan meninggal dunia di tempat. Sedangkan Sertu H dan satu orang karyawan KPI PT PT Freeport Indonesia mendapat tembakan. 

Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih,  Letkol Inf Tri Purwanto menjelaskan Serka AC dan Sertu H merupakan personel Koramil 1710-04/Tembagapura, Kodim 1710/Mimika yang sedang melaksanakan tugas di lokasi tersebut.

“Sertu H dan HR menjalani perawatan. Seluruh korban sudah dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis secara optimal,” ujar Kapendam.  *** (Katharina) 

Artikel ini telah dibaca 83 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Geger! Dua Jenazah Ditemukan di Kalisemen Nabire

16 April 2026 - 11:28 WIT

Polisi Memburu Pelaku Pembakar Bangunan RSUD Paniai

16 April 2026 - 00:42 WIT

Polda Papua Tengah Pastikan Situasi Terkendali Pasca Peristiwa Dogiyai

15 April 2026 - 20:10 WIT

Kebakaran Rumah Kos di Kotaraja Jayapura, Kerugian Rp1,5 Miliar

14 April 2026 - 16:59 WIT

Perselisihan Pasutri di Timika Berakhir Tragis

14 April 2026 - 13:25 WIT

Polisi Selidiki Penemuan Jenazah Pria di Kamar Kos di Nabire

13 April 2026 - 19:20 WIT

Trending di PERISTIWA