Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR FREEPORT · 9 Apr 2026 18:47 WIT

59 Tahun Freeport Indonesia, Menjaga Keseimbangan Produksi dan Kesejahteraan Papua


					Manajemen PTFI saat berdoa bersama dalam memperingati hari ulang tahun ke-59 
dengan penuh refleksi dan penghormatan,  mengenang delapan karyawan yang gugur 
dalam dua insiden berbeda. Foto:PTFI
Perbesar

Manajemen PTFI saat berdoa bersama dalam memperingati hari ulang tahun ke-59 dengan penuh refleksi dan penghormatan, mengenang delapan karyawan yang gugur dalam dua insiden berbeda. Foto:PTFI

KABARPAPUA.CO, Tembagapura– PT Freeport Indonesia (PTFI) memperingati hari ulang tahun ke-59 dengan penuh refleksi dan penghormatan, mengenang sembilan karyawan yang gugur dalam  insiden yang terjadi dalam kurun waktu satu tahun terakhir. 

Dalam rangkaian kegiatan peringatan, jajaran manajemen PTFI melakukan penghormatan  kepada 7 karyawan yang meninggal dunia akibat insiden luncuran material basah di area  tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) pada 8 September 2025 dan 2 karyawan  yang meninggal dunia akibat dua insiden penembakan pada bulan Februari dan Maret 2026. 

“Kami mengenang mereka dengan penuh rasa duka dan hormat. Kehilangan anggota keluarga adalah hal yang sangat menyedihkan bagi kami semua. Kami berharap ke depan tidak terjadi lagi  insiden serupa, baik longsoran maupun penembakan, serta kejadian lainnya yang dapat  membahayakan keselamatan,” kata Presiden Direktur PTFI Tony Wenas. 

Tony juga melakukan peninjauan ke area tambang terbuka Grasberg dan tambang bawah tanah Deep Mill Level Zone (DMLZ), serta meletakkan karangan bunga sebagai bentuk penghormatan kepada para korban. Ia juga memberikan semangat kepada  seluruh karyawan agar tetap menjalankan operasional dengan mengedepankan keselamatan, serta memastikan pengamanan ekstra dari aparat keamanan mengingat status PTFI sebagai objek vital nasional. 

“Memasuki usia ke-59, PTFI mencatat perjalanan panjang sebagai salah satu perusahaan  dengan masa operasi terlama di Indonesia. 59 tahun bukan waktu yang singkat. Hanya sedikit  perusahaan, khususnya investasi asing, yang dapat bertahan selama ini di Indonesia,” kata Tony. 

Investasi Sosial


Peletakan karangan bunga sebagai bentuk penghormatan kepada korban penembakan oleh orang tak dikenal yang terjadi pada 11 Maret 2026 di area tambang terbuka Grasberg. Foto: PTFI

Sepanjang tahun 2025, PTFI menyetorkan sekitar Rp70 triliun kepada negara dalam bentuk pajak, royalti, dividen, dan penerimaan lainnya. PTFI juga terus berkomitmen memberikan manfaat langsung kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional melalui berbagai program investasi sosial. Termasuk kontribusi perusahaan dalam menciptakan lapangan kerja, dengan jumlah tenaga kerja lebih dari 30 ribu karyawan, di mana sekitar 40 persen merupakan orang asli Papua.

Pada 2025, lanjut Tony, nilai investasi sosial PTFI mencapai hampir Rp2 triliun dan akan terus bertambah sekitar 100 juta dolar AS atau setara Rp1,5 triliun per tahun hingga selesainya operasi penambangan.

“Ke depan, kami optimistis kontribusi ini dapat terus meningkat, seiring dengan harga komoditas mineral yang masih relatif tinggi. Selain itu, juga secara konsisten menjalankan standar keselamatan dan operasional yang ketat sebagai bagian dari komitmen terhadap praktik pertambangan yang bertanggung jawab,” kata Tony. 

Pemulihan Operasional

Untuk diketahui, saat ini operasional PTFI masih dalam tahap pemulihan setelah insiden, dengan tingkat produksi baru mencapai sekitar 40–50 persen. Perusahaan menargetkan dapat kembali  mendekati 100 persen pada akhir tahun ini, dan mencapai kapasitas penuh pada awal kuartal tahun depan. 

Tony menegaskan bahwa PTFI terus memperkuat aspek keselamatan dalam pemulihan operasional tambang bawah tanah, serta menambah personel keamanan di area Grasberg untuk memastikan produksi yang aman dan berkelanjutan.  

“Kami berkomitmen untuk menghadirkan safe, secured and sustainable production, sehingga manfaat sebesar-besarnya dapat terus dirasakan oleh bangsa dan negara, serta masyarakat di sekitar wilayah operasi. Kami akan terus tumbuh dan berkembang bersama masyarakat hingga  selesainya operasi penambangan,” kata Tony.  *** (siaran pers)

Artikel ini telah dibaca 39 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Solidaritas Karyawan Freeport pada HUT ke-59 dalam Balutan Drama Musikal

15 April 2026 - 16:50 WIT

Manajemen Freeport dan Serikat Pekerja-Buruh Tandatangani PKB ke-24 Periode 2026-2028 

13 April 2026 - 08:34 WIT

Kuliah Umum dan Kerja Sama Strategis Uncen-Freeport, Dorong Pendidikan Inklusif di Papua  

6 April 2026 - 15:41 WIT

Mimpi Papua Menembus Eropa: Tiga Talenta PFA Jalani Elite Camp di Austria

17 February 2026 - 10:03 WIT

Community Christmas Flights Freeport Mudahkan Kebutuhan Natal Warga Pedalaman

29 December 2025 - 19:40 WIT

Perluas Akses Pendidikan Anak Papua, Freeport Kerja Sama dengan Empat Perguruan Tinggi

20 December 2025 - 01:11 WIT

Trending di KABAR FREEPORT