Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR FREEPORT · 22 Jul 2026 19:50 WIT

Freeport Edukasi 1.035 Mahasiswa KKN Uncen Manajemen Keselamatan dan Kesehatan


					Perwakilan PTFI dari Departemen Community Relations, Alfnons Pramonodewo Ramidi, secara simbolis menyerahkan perlengkapan KKN berupa rompi dan topi kepada salah satu mahasiswa Uncen yang akan melaksanakan KKN di Kabupaten Kepulauan Yapen. (Foto dok: PTFI) Perbesar

Perwakilan PTFI dari Departemen Community Relations, Alfnons Pramonodewo Ramidi, secara simbolis menyerahkan perlengkapan KKN berupa rompi dan topi kepada salah satu mahasiswa Uncen yang akan melaksanakan KKN di Kabupaten Kepulauan Yapen. (Foto dok: PTFI)

KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura – PT Freeport Indonesia (PTFI) edukasi 1.035 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Cenderawasih (Uncen) Tahun 2026 dengan Manajemen Keselamatan dan Kesehatan sebelum mereka terjun ke masyarakat di Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua, 19 Juli-22 Agustus 2026.

Director & Executive Vice President Sustainable Development PTFI, Claus Wamafma mengatakan, Manajemen Keselamatan dan Kesehatan penting agar mahasiswa memiliki kemampuan dan keterampilan dalam menghadapi berbagai risiko yang berpotensi ditemui selama KKN.

“Pembekalan ini penting mengingat Kabupaten Kepulauan Yapen merupakan wilayah endemik malaria dengan 13.598 kasus pada 2023, atau hampir tiga kali lebih tinggi dibandingkan Kota Jayapura,” kata Claus dalam pernyataan tertulisnya ke media, Rabu, 22 Juli 2026.

Wakil Rektor II Uncen Ferdinan Risamasu menyampaikan sambutannya pada acara pelepasan mahasiswa KKN Uncen. (Foto dok: PTFI)

Adapun materi Manajemen Kedaruratan dan Pertolongan Pertama, kata Claus, memberikan pengetahuan dasar untuk merespons situasi darurat secara cepat dan tepat. Sementara edukasi mengenai malaria bertujuan mendorong perilaku pencegahan mandiri serta meningkatkan kewaspadaan melalui deteksi dini.

“Pengembangan sumber daya manusia Papua merupakan investasi jangka panjang yang membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Investasi terbaik adalah pendidikan untuk menciptakan tenaga kerja yang unggul,” jelas Claus.

Melalui kolaborasi dengan Uncen, kata Claus, pihaknya ingin membekali mahasiswa dengan pengetahuan mengenai Keselamatan dan Kesehatan agar mereka dapat menjalankan pengabdian dengan aman serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Anrian Pah, perwakilan PTFI menyampaikan pembekalan kesehatan kepada mahasiswa KKN Uncen. (Foto dok: PTFI)

Pembekalan dan seremoni pemberangkatan mahasiswa berlangsung di Auditorium Uncen, Abepura, Kota Jayapura, Papua, Kamis, 16 Juli 2026. Dalam kegiatan itu, tim PTFI memberikan materi mengenai Manajemen Kedaruratan, Pertolongan Pertama, Penyakit Endemik.

Selain itu, juga diberikan langkah-langkah pencegahannya sebagai bekal bagi mahasiswa selama menjalankan KKN di 50 kampung di Kabupaten Kepulauan Yapen. PTFI juga menyerahkan perlengkapan KKN mahasiswa untuk mendukung pelaksanaan program di Kabupaten Kepulauan Yapen pada 19 Juli–22 Agustus 2026.

Wakil Rektor II Uncen Ferdinan Risamasu mengapresiasi kolaborasi PTFI dalam mendukung pelaksanaan KKN Tahun 2026. “Kami ucapkan terima kasih kepada PTFI, terima kasih atas kolaborasi yang hebat ini. Uncen sangat bersyukur atas kolaborasi ini, penting membina dan membekali. Yang paling peting berguna bagi masyarakat di Papua,” katanya.

Program KKN Uncen merupakan implementasi pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat, peningkatan kapasitas lokal, serta penguatan ekonomi kreatif berbasis potensi daerah, serta berbagai program edukasi, pemberdayaan ekonomi kreatif, dan lingkungan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Sebagai dukungan pelaksanaan KKN Uncen, PTFI melalui Andi Solihin memberikan pembekalan Keselamatan kepada para mahasiswa peserta KKN. (Foto dok: PTFI)

Tentang PT Freeport Indonesia (PTFI)

PT Freeport Indonesia (PTFI) merupakan perusahaan tambang mineral terkemuka, afiliasi dari Freeport-McMoRan Inc. (FCX) dan Mining Industry Indonesia (MIND ID). PTFI menjalankan kegiatan pertambangan, pengolahan, dan pemurnian mineral secara terintegrasi untuk menghasilkan katoda tembaga, emas, dan perak batangan. Melalui operasi hulu ke hilir, PTFI menjadi perusahaan tambang tembaga terintegrasi terbesar di dunia.

Kegiatan penambangan PTFI berlokasi di kawasan Grasberg, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, salah satu wilayah pegunungan terpencil dan ekstrem di dunia yang memiliki salah satu deposit tembaga dan emas terbesar.

Proses pemurnian dilakukan di fasilitas smelter PTFI di Gresik, Jawa Timur, sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap hilirisasi dan peningkatan nilai tambah mineral di dalam negeri.

PTFI tengah mengembangkan sejumlah tambang bawah tanah berskala besar dan berkadar tinggi di kawasan mineral Grasberg. Melalui pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan, penerapan teknologi canggih, dan standar keselamatan kelas dunia, PTFI berkomitmen untuk terus berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi nasional. ***(Siaran Pers)

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Perluas Akses Air Bersih untuk Masyarakat, Freeport Hibahkan 11 KM Pipa ke Pemkab Mimika

10 July 2026 - 16:24 WIT

40 Mama-Mama Kamoro Ikuti Pelatihan Pengolahan Makanan Berbahan Pangan Lokal

19 June 2026 - 20:31 WIT

Freeport Dukung Keberlanjutan Ekosistem Pesisir Mimika

2 June 2026 - 17:59 WIT

Delapan Pemuda Suku Kamoro Lulus IPN, Siap Kerja di Industri Perhotelan   

12 May 2026 - 13:06 WIT

Rincian Lengkap Setoran Keuntungan Freeport untuk Wilayah Papua Tengah

9 May 2026 - 18:46 WIT

Sinergi Freeport-UNCEN Siapkan SDM Papua Berdaya Saing Global

8 May 2026 - 14:27 WIT

Trending di KABAR FREEPORT