KABARPAPUA.CO, Serui– Wakil Bupati, Roi Palunga memastikan kartu nelayan bisa diberikan secara gratis kepada masyarakat, namun diduga ada oknum yang memungut biaya hingga Rp100 ribu.
“Kartu nelayan tidak dipungut biaya alias gratis. Jangan ada yang bermain dan memanfaatkan masyarakat. Kita tidak boleh bekerja seperti itu, karena masyarakat kita masih susah,” katanya pada apel bersama, Jumat 13 Februari 2026.
Dihadapan ASN, dia juga membantah pemberitaan yang menyebutkan 60 persen anak-anak Yapen yang naik kelas belum bisa membaca. Ia menilai informasi tersebut tidak tepat dan berpotensi mencoreng nama baik pemerintah daerah.
Diketahui, Yayasan Rumsram bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Yapen melakukan survei di 10 sekolah dasar. Hasilnya menunjukkan sekitar 60 persen siswa kelas 1, 2, dan 3 di sekolah yang disurvei belum mampu membaca, menulis, dan berhitung.
“Saya kira berita itu tidak betul sehingga saya langsung komplain. Bahasanya sangat mencoreng wajah pemerintah daerah. Tidak semua di Yapen. 60 persen itu hanya beberapa sekolah yang disurvei,” katanya.
Dirinya mengingatkan insan pers agar menyajikan informasi secara profesional dan proporsional.
“Kalau kita buat berita, judulnya harus sesuai dengan isinya. Jangan karena ingin berita naik, lalu mencoreng wajah pemerintah daerah, apapun alasannya,” katanya.
Dia juga menyampaikan menyampaikan Peraturan Bupati (Perbup) tentang pakaian dinas dan tata naskah dinas telah dapat diakses melalui portal resmi pemerintah daerah. Ia meminta seluruh ASN menyesuaikan pelaksanaan tugas administrasi dan penggunaan atribut sesuai ketentuan yang berlaku.
Usai apel, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta kembali ke instansi masing-masing untuk melaksanakan kerja bakti membersihkan lingkungan kantor dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Kabupaten Kepulauan Yapen ke-57 Tahun 2026.
Pada kesempatan itu, Wakil Bupati juga meminta dukungan doa bagi langkah Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Papua yang tengah melakukan terobosan di sektor perikanan.
Ia mengungkapkan, pada 2025 sebanyak tujuh kampung nelayan telah siap, dan kini bertambah 16 kampung, sehingga total menjadi 23 kampung nelayan di Kabupaten Kepulauan Yapen.“Kita berharap teman-teman perikanan mendukung seluruh program ini agar berjalan maksimal. Apa yang dilakukan kepala dinas merupakan instruksi langsung dari Bupati,” ujarnya. *** (Ainun Faathirjal)


















