Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR KEPULAUAN YAPEN · 30 Oct 2025 13:37 WIT

Wabup Kepulauan Yapen: Budaya Harus Jadi Kekuatan Pemersatu Masyarakat


					Sesi foto bersama Tim Penyusun dan Peserta Seminar Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah Kepulauan Yapen 2025. (KabarPapua.co/Ainun Faathirjal)
Perbesar

Sesi foto bersama Tim Penyusun dan Peserta Seminar Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah Kepulauan Yapen 2025. (KabarPapua.co/Ainun Faathirjal)

KABARPAPUA.CO, Serui – Wakil Bupati (Wabup) Kepulauan Yapen, Roi Palunga, membuka secara resmi Seminar Pemaparan Hasil Kerja Tim Penyusunan Pokok-Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) Kabupaten Kepulauan Yapen. Kegiatan ini digelar di Hotel Aula Merpati Serui, Kepulauan Yapen, Papua,Kamis, 30 Oktober 2025.

Dalam sambutannya, Wabup Kepulauan Yapen Roi Palunga menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas penyertaan-Nya, sehingga kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan baik.

Roi menegaskan, kebudayaan merupakan jati diri suatu bangsa dan daerah, sekaligus menjadi dasar dalam membentuk karakter, identitas, serta arah pembangunan yang berkelanjutan.

“PPKD merupakan langkah strategis dalam memetakan potensi, tantangan, serta arah kebijakan pelestarian dan pengembangan kebudayaan di Kepulauan Yapen,” ujarnya.

Roi turut memberikan apresiasi kepada tim penyusun yang telah bekerja keras melakukan kajian, penelitian, dan inventarisasi terhadap berbagai unsur kebudayaan yang hidup di tengah masyarakat mulai dari nilai adat, tradisi, bahasa, kesenian, hingga pengetahuan lokal yang menjadi kekayaan daerah.

Roi berharap seminar ini menjadi ruang dialog produktif bagi para narasumber dan peserta untuk memberikan masukan konstruktif. Hasilnya akan menjadi bahan penting dalam penyusunan dokumen kebudayaan daerah, yang tidak hanya berfungsi sebagai arsip, tetapi juga sebagai panduan bagi pemerintah daerah dalam merancang program pelestarian dan pengembangan kebudayaan di masa depan.

“Di tengah arus modernisasi dan globalisasi, budaya lokal harus menjadi kekuatan yang mempersatukan masyarakat serta menjadi modal sosial dalam pembangunan daerah,” tegasnya.

Untuk itu, Roi mengajak seluruh pihak menjadikan penyusunan PPKD bukan sekadar kegiatan administratif, tetapi sebagai gerakan kebudayaan bersama untuk meneguhkan jati diri masyarakat Kepulauan Yapen yang beradab, kreatif, dan berdaya saing.

Mengakhiri sambutannya, Roi secara resmi membuka seminar dan berharap kegiatan ini menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam melestarikan dan memajukan kebudayaan daerah.

“Semoga Tuhan senantiasa menuntun dan memberkati setiap upaya kita dalam menjaga kebudayaan daerah tercinta ini,” tutupnya. ***(Ainun Faathirjal)

Artikel ini telah dibaca 198 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Potret Buram Pendidikan di SD Negeri Waindu Kepulauan Yapen

7 May 2026 - 00:01 WIT

Sagu Yapen Naik Kelas, Pemprov Papua Bekali UMKM Olah Produk Berkualitas

6 May 2026 - 23:10 WIT

Dua Tahun Tanpa Realisasi, Warga Barawai Tagih Janji Pemda Kepulauan Yapen

6 May 2026 - 15:04 WIT

Sinergi Pemkab Kepulauan Yapen – WWF Indonesia Kelola SDA Berkelanjutan

6 May 2026 - 13:57 WIT

Dinas Pendidikan Yapen Gandeng KPK dalam Penerimaan Murid Baru

3 May 2026 - 08:40 WIT

DP3AKB Yapen: Kontrasepsi Adalah Langkah Awal Cegah Stunting

3 May 2026 - 05:04 WIT

Trending di KABAR KEPULAUAN YAPEN