Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR PAPUA TENGAH · 12 Apr 2026 19:25 WIT

Tujuh Fasilitas SPPG di Nabire Ditutup Sementara 


					Koordinator BGN Wilayah Kabupaten Nabire, Marsel Asyerem. (Foto IST) Perbesar

Koordinator BGN Wilayah Kabupaten Nabire, Marsel Asyerem. (Foto IST)

KABARPAPUA.CO, Nabire – Sebanyak tujuh fasilitas layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Nabire resmi ditutup sementara waktu. Keputusan ini diambil pihak Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Nabire, menyusul temuan ketidaksesuaian standar kebersihan dan sanitasi di area operasional.

Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Nabire Marsel Asyerem menyampaikan, penutupan dapur untuk sementara ini merupakan langkah preventif, guna memastikan kenyamanan dan kesehatan seluruh pengguna layanan. 

“Berdasarkan evaluasi internal, ditemukan penurunan standar kebersihan yang dianggap tidak lagi memenuhi protokol kesehatan yang ditetapkan,” jelas Marsel dalam pernyataan resminya, Minggu, 12 April 2026.

Menurut Marsel, tujuh SPPG di Nabire ditutup kurang lebih selama dua minggu ini. “Lima diantaranya belum memenuhi standar BGN. Jadi temuannya ialah pengelolaan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL),” jelasnya melalui gawainya kepada media.

Marsel juga menjelaskan, penutupan tersebeut merupakan bentuk komitmen dari BGN untuk menjamin kebersihan dan keamanan pangan bagi para penerima manfaat. 

“Kami meminta maaf sekali kepada penerima manfaat. Dan setelah fasilitas pelayanan ini diperbaiki, kami akan lakukan verifikasi untuk menganalisis kembali, jika sudah sesuai semuanya, maka dapur akan dibuka kembali. Mudah-mudahan minggu ini akan selesai,” jelas Marsel.

Penutupan mendadak ini memicu kekecewaan di kalangan orang tua siswa, terutama karena tak adanya kompensasi berupa uang pengganti makanan selama fasilitas tersebut tak beroperasi. 

Menanggapi hal itu, Marsel menjelaskan, penutupan terpusat dari BGN, yang mana tak adanya transaksi anggaransampai dibukanya kembali dapur SPPG tersebut. “Sehingga hak-hak anak terkait keuangan dan lain-lain semuanya tak dapat diakses,” terangnya. ***(Agies Pranoto)

Artikel ini telah dibaca 98 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Tingkatkan Kualitas Hidup OAP, Gubernur Serahkan Bantuan Program Bangkit Papua Tengah

21 July 2026 - 21:18 WIT

Bertabur Bintang Timnas, Pemprov Papua Tengah Gelar Nobar Gratis Piala Dunia Berhadiah Sepeda Motor

18 July 2026 - 17:53 WIT

Alumni SPPI Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Relawan Dapur MBG di Nabire

12 July 2026 - 18:22 WIT

Pemprov Papua Tengah Gelar Sosialisasi Program Pensiun Bagi ASN

7 July 2026 - 17:17 WIT

BP3KP Papua I Serah Terima Rusun ASN kepada Pemprov Papua Tengah

7 July 2026 - 16:19 WIT

Respons Cepat, Dinkes Provinsi Papua Tengah Berhasil Mengirim Bantuan Obat dan Logistik Medis ke Sugapa

6 July 2026 - 19:42 WIT

Trending di KABAR PAPUA TENGAH