Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR PAPUA TENGAH · 29 Apr 2025 23:39 WIT

Terkait Hoaks, Kepala Dinas Pendidikan Papua Tengah Tempuh Jalur Hukum


					Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Tengah Dessy Ananda yang didampingi kepolisian saat berikan keterangan. (KabarPapua.co/Vero) Perbesar

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Tengah Dessy Ananda yang didampingi kepolisian saat berikan keterangan. (KabarPapua.co/Vero)

KABARPAPUA.CO, Nabire – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Tengah, Dessy Ananda menempuh jalur hukum dengan membuat laporan ke polisi terkait penyebaran berita hoaks, yang telah menyebabkan kericuhan sejumlah mahasiswa di Nabire, Papua Tengah, Selasa, 29 April 2025.

Laporan tersebut berisikan adanya penyebaran berita hoaks mengenai beasiswa yang telah digelontorkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah kepada mahasiswa. “Berita itu tidak benar, maka kami tempuh jalur hukum membuat laporan ke Polres Nabire dan sudah diterima,” kata Dessy.

Dessy menekankan, dengan adanya surat laporan polisi tersebut, masyarakat tidak lagi terprovokasi oleh berita-berita yang tidak benar (hoaks). “Kami berharap kepada pihak kepolisian menginvestigasi laporan itu. Kepolisian segera merespon cepat laporan kami dan menangkap penyebar hoaksnya, ” jelasnya.

Pihak kepolisian Polres Nabire menjelaskan, pihaknya segera menindaklanjuti terkait laporan itu, melalui Satuan Reserse Polres Nabire. Sekadar diketahui, penyebar berita hoaks atau  berita palsu terancam Pasal 28 Ayat 3 UU 1/2024 Informasi dan Transaksi Elektornik (UU ITE).

UU ITE itu berbunyi, setiap orang dengan sengaja menyebarkan informasi elektronik dan atau dokumen elektronik yang diketahuinya memuat pemberitahuan bohong yang menimbulkan kerusuhan di masyarakat, diancam pidana penjara paling lama 6 tahun penjara dan atau denda paling banyak 1 miliar rupiah. ***(Vero)

Artikel ini telah dibaca 189 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

BKPSDM Provinsi Papua Tengah Gelar Bimtek Kepegawaian 

13 April 2026 - 20:55 WIT

Tujuh Fasilitas SPPG di Nabire Ditutup Sementara 

12 April 2026 - 19:25 WIT

Jaga Kamtibmas di Dogiyai, TNI-Polri dan Wabup Bangun Komunikasi Bersama Pemuda

2 April 2026 - 19:06 WIT

Gubernur Papua Tengah Apresiasi Dedikasi Irjen Polisi Alfred Papare

1 April 2026 - 20:47 WIT

Mempererat Tali Silaturahmi, DWP Provinsi Papua Tengah Gelar Halalbihalal

31 March 2026 - 16:51 WIT

Perkuat Kualitas Layanan Publik Melalui Workshop Penguatan Penerapan SPM

16 March 2026 - 16:54 WIT

Trending di KABAR PAPUA TENGAH