KABARPAPUA.CO, Puncak – Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa dan Wakil Gubernur (Wagub) Papua Tengah Deinas Geley, menyerahkan bantuan sebesar Rp2 miliar untuk kelanjutan pembangunan Gedung Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Jordan Kago dan Gedung GKII Efata Kago, masing-masing sebesar Rp1 miliar, Senin, 25 Mei 2026.
Kehadiran orang nomor satu dan dua di Provinsi Papua Tengah ini disambut hangat para tamu undangan yang hadir. Penyerahan diserahkan kepada Ketua Panitia Pembangunan Gereja dengan disaksikan para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan jemaat setempat.
Dalam sambutannya, Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa menyampaikan, bantuan pembangunan gereja tersebut merupakan bentuk rasa syukur kepada Tuhan sekaligus komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pelayanan keagamaan dan penguatan sarana ibadah bagi masyarakat.
“Penyerahan bantuan pembangunan Gereja Efata dan Jordan ini merupakan ungkapan syukur kepada Tuhan dan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah dalam mendukung pelayanan umat, dan penguatan sarana kegiatan keagamaan bagi masyarakat di Kabupaten Puncak,” jelas Meki, Senin, 25 Mei 2026.
Meki juga turut menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Kabupaten Puncak atas dukungan dan doa yang diberikan selama proses pemilihan kepala daerah. Terutama kepada para umat Tuhan di Kabupaten Puncak, yang telah memberikan dukungan, doa, dan restu kepada mereka.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Papua Tengah Roni Misikmbo, berharap adanya bantuan ini pekerjaan pembangunan gereja dapat segera dilanjutkan dan diselesaikan tepat waktu. “Bantuan ini menindaklanjuti program keagamaan gubernur dan wakil gubernur,” katanya.
Bantuan serupa, kata Roni, turut disalurkan di delapan kabupaten lainnya di wilayah Provinsi Papua Tengah, termasuk kepada berbagai organisasi keagamaan, sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam mendukung kehidupan sosial dan spiritual masyarakat Papua Tengah.
“Pemerintah hadir sebagai wakil Allah untuk meringankan beban masyarakat, termasuk umat Tuhan di Jemaat Efata dan Jordan yang selama ini menghadapi kendala dalam pembangunan gereja akibat keterbatasan dana,” ujar Roni. ***(Agies Pranoto)


















