KABARPAPUA.CO, Serui – Siswa SMKN 1 Agribisnis dan Agroteknologi Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen menunjukkan antusias tinggi mengikuti pembelajaran jurusan otomotif perbengkelan.
Hal ini terlihat dari semangat siswa saat menjalani praktik di lingkungan sekolah, pada Jumat, 6 Februari 2026.
Salah satu siswa jurusan otomotif perbengkelan, Marten mengaku senang mengikuti jurusan itu karena dapat mempelajari secara langsung cara membongkar dan memperbaiki sepeda motor.
“Saya sangat senang masuk jurusan otomotif karena bisa belajar bongkar motor dan memperbaikinya sendiri,” ujar Marten saat ditemui di sekolah.
Marten menuturkan, ketertarikannya terhadap jurusan otomotif berawal dari keinginannya untuk memiliki pengalaman dan keterampilan yang dapat dimanfaatkan di masa depan.
“Saya ingin punya banyak pengalaman dan bercita-cita membuka bengkel motor sendiri,” katanya.
Melalui jurusan otomotif perbengkelan, SMKN 1 Agribisnis dan Agroteknologi Serui diharapkan mampu mencetak lulusan yang terampil, mandiri, serta siap bersaing di dunia kerja maupun berwirausaha, khususnya di bidang perbengkelan kendaraan bermotor.

Jurusan Otomotif Jadi Favorit
SMKN 1 Agribisnis dan Agroteknologi Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen, terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan vokasi.
Salah satu program keahlian yang paling diminati siswa adalah jurusan Otomotif Perbengkelan yang menekankan pembelajaran praktik secara langsung.
Guru Otomotif SMKN 1 Agribisnis dan Agroteknologi Serui, Jhon Lamba Padang mengatakan, kurikulum pembelajaran otomotif lebih menekankan aspek fungsional dan praktik lapangan.
“Pembelajaran otomotif dirancang agar siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menguasai teknik kerja sepeda motor secara langsung. Mulai dari pengenalan dasar hingga perawatan berkala yang lebih kompleks,” jelas Jhon.
Jhon menjelaskan, siswa dibekali keterampilan teknis melalui kegiatan praktik di fasilitas bengkel milik sekolah. “Pendekatan itu, diharapkan siswa memiliki kemampuan yang siap diterapkan di dunia kerja,” katanya.
Jhon menambahkan, tingkat antusiasme siswa terhadap jurusan otomotif terus meningkat setiap tahun. Hal ini terlihat dari kedisiplinan dan keseriusan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran praktik.
“Banyak siswa yang memang memiliki minat dan hobi di bidang kendaraan bermotor, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan mudah dipahami,” tambahnya.
Khusus bagi siswa kelas X, pihak sekolah menerapkan pola pembelajaran selama satu tahun penuh yang difokuskan pada penguatan dasar-dasar otomotif. Tahapan ini dinilai penting sebagai fondasi sebelum siswa memasuki materi pembelajaran yang lebih spesifik dan kompleks di tingkat selanjutnya.
Melalui program keahlian otomotif, SMKN 1 Agribisnis dan Agroteknologi Serui berharap dapat mencetak lulusan yang kompeten dan berdaya saing. Juga diharapkan miliki keterampilan siap digunakan. ***(Ainun Faathirjal)


















