KABARPAPUA.CO, Serui– Genap satu tahun menahkodai Kabupaten Kepulauan Yapen, Bupati Benyamin Arisoy buka-bukaan soal tantangan berat yang dihadapi pemerintah daerah. Meski dihantam badai efisiensi anggaran pusat, ia memastikan kesejahteraan pegawai dan pelayanan dasar tetap menjadi prioritas utama.
Dalam peringatan satu tahun kepemimpinannya di Gedung Silas Papare, Serui, Jumat 20 Februari 2026, Benyamin mengakui kebijakan fiskal pusat tahun 2025 memberikan dampak signifikan terhadap Transfer ke Daerah (TKD). Kondisi ini memaksa hampir seluruh daerah di Indonesia, termasuk Yapen, untuk melakukan penyesuaian anggaran besar-besaran.
Walaupun ruang gerak fiskal terbatas, Bupati Benyamin menegaskan tidak ada pemangkasan untuk hak-hak pegawai. Misalnya, Pemda Yapen tetap mengalokasikan Rp50 miliar untuk Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), termasuk fokus pada pelayanan dasar kepada masyarakat.
“Kita tetap bertahan, bekerja, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di tengah keterbatasan,” tegas Benyamin Arisoy.
Benyamin juga melakukan gebrakan dalam tata kelola birokrasi, khususnya di sektor pendidikan dan kesehatan. Ia menginstruksikan Dinas Pendidikan dan Kesehatan untuk menghentikan praktik penempatan tenaga medis atau guru hanya berdasarkan “nota dinas”.
Dirinya menjelaskan penempatan guru dan tenaga medis wajib melalui keputusan resmi Bupati untuk menjamin pemerataan, serta tak ada lagi toleransi bagi tenaga pendidik yang meninggalkan tempat tugas selama bertahun-tahun.
“Momen satu tahun ini dijadikan bahan evaluasi total untuk memperbaiki kualitas pelayanan publik,” jelasnya.
Sebagai informasi, pasangan Bupati Benyamin Arisoy dan Wakil Bupati Roi Palunga dilantik langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025 lalu. Perayaan satu tahun masa jabatan ini berlangsung khidmat dengan agenda ibadah syukur bersama seluruh jajaran OPD. *** (Ainun Faathirjal)


















