Menu ✖

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR FREEPORT · 27 Oct 2026 12:52 WIT

Safety Goes to School IFRC 2026: Edukasi 1.000 Pelajar Mimika tentang Budaya Keselamatan


					Tim rescue memberi edukasi teknik
pertolongan pertama kepada siswa
SMP Negeri 4 Timika, dalam
rangkaian kegiatan Safety Goes to
School menjelang IFRC ke-8 tahun
2026 di Kabupaten Mimika. (Foto dok: PTFI) Perbesar

Tim rescue memberi edukasi teknik pertolongan pertama kepada siswa SMP Negeri 4 Timika, dalam rangkaian kegiatan Safety Goes to School menjelang IFRC ke-8 tahun 2026 di Kabupaten Mimika. (Foto dok: PTFI)

KABARPAPUA.CO, TIMIKA — Membuka rangkaian the 8th Indonesian Fire & Rescue Competition (IFRC) 2026, para personel penyelamat (rescuer) profesional dari berbagai perusahaan pertambangan dan energi di Indonesia memberikan pelatihan kepada lebih dari 1.000 pelajar SMP dan SMA di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, melalui program Safety Goes to School, Jumat, 23 Oktober 2026.

“Tadi pelajaran yang kami dapatkan luar biasa. Saya jadi paham sumber-sumber api dan cara memadamkannya. Bahkan, kami juga belajar menggunakan alat sederhana meski tanpa APAR (Alat Pemadam Api Ringan), misalnya untuk kebakaran yang bersumber dari dapur,” ujar Quenara, pelajar kelas XI SMK Negeri 1 Mimika yang antusias mengikuti pelatihan keselamatan dan pertolongan pertama dalam menghadapi situasi darurat ini.

Vice President Mining Safety Division PT Freeport Indonesia (PTFI) Eman Widijanto mengatakan, program SafetyGoes to School merupakan upaya menanamkan budaya keselamatan sejak dini kepada generasi muda di Mimika. Program ini juga membuka akses para pelajar untuk mengenal lebih dekat profesi rescuer dan tim tanggap darurat (emergency response team) yang bertugas di industri nasional.

Mareyke Rotty, Pengawas Sekolah Disdik Mimika hadir di Sekolah Asrama Taruna Papua pada pembukaan program Safety goes to School dalam rangkaian IFRC ke-8 tahun 2026 di Kabupaten Mimika. (Foto dok: PTFI)

“Budaya keselamatan (safety culture) harus ditanamkan sejak usia dini. Melalui kegiatan ini, kami berharap generasi muda di Mimika memiliki kesadaran tinggi terhadap risiko bahaya dan mampu menjadi agen keselamatan bagi diri sendiri, keluarga, maupun lingkungan sekolah,” jelas Eman.

Eman juga menjelaskan, sebagai tuan rumah IFRC 2026, PTFI tidak hanya mendorong kompetisi menjadi ajang meningkatkan kompetensi dan bertukar pengetahuan antartim penyelamat, namun juga memperluas lagi manfaat IFRC untuk generasi muda Papua melalui program Safety Goes to School.

Siswa SMP YPJ Kuala Kencana mengikuti edukasi dari Tim Rescue peserta IFRC ke-8 2026 terkait penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) untuk mencegah kebakaran. (Foto dok: PTFI)

Kegiatan Safety Goes to School berlangsung serentak di 10 sekolah, yakni Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP), SMK Negeri 1 Kuala Kencana, SMP YPJ Kuala Kencana, SMPIT Permata Papua, SMP Negeri 2 Timika, SMP Negeri 4 Mimika, SMA Negeri 1 Mimika, SMA Negeri 3 Kesehatan, SMA YPPK Tiga Raja, dan SMA Kristen Shining Star.

Para rescuer yang tergabung dalam kontingen IFRC memberikan pembekalan mengenai keselamatan kerja dan kesiapsiagaan menghadapi bencana dengan metode interaktif. Para siswa tak hanya menerima materi di dalam kelas, tetapi juga mengikuti demonstrasi dan praktik langsung tentang Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) atau Resusitasi Jantung Paru (RJP) & Bleeding Management, serta Pemadaman Api.

Kepala SMK Negeri 1 Mimika, Selsius Efrain Aron, menyambut positif edukasi ini. Menurutnya, pemahaman tentang keselamatan kerja penting dimiliki siswa SMK. “Pengetahuan dan pemahaman dasar seperti ini perlu mereka miliki sehingga ketika sudah bekerja, mereka bisa mengembangkannya. Selain itu, pengetahuan ini juga bermanfaat di mana saja, baik di rumah, sekolah maupun lingkungan lainnya,” kata Selsius.

Sebanyak 1.000 siswa SMP dan SMA di Kabupaten Mimika menerima pelatihan Penanggulangan keadaan darurat yang diberikan oleh Tim Rescue peserta IFRC ke-8 2026 yang berasal dari seluruh Indonesia. (Foto dok: PTFI)

Ia menambahkan, musibah dapat terjadi kapan saja. Karena itu, pemahaman tentang keselamatan dan penanganan keadaan darurat diharapkan membuat siswa lebih siap mengambil langkah yang tepat ketika menghadapi insiden. Dengan pelatihan ini, mereka dapat membagikan pengetahuan barunya kepada keluarga, teman, dan lingkungan sekitarsehingga kesadaran terhadap keselamatan semakin luas.

Sementara itu di Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP), Tim Penyelamat memberikan edukasi dan praktik langsung mengenai Bantuan Hidup Dasar (BHD), CPR, serta penanganan perdarahan. Para siswa juga diperkenalkan dengan langkah-langkah pertolongan pertama, mulai dari memastikan keamanan lokasi, memeriksa kondisi korban, hingga meminta bantuan medis.

“PTFI bersama komunitas tanggap darurat Indonesia berharap program Safety Goes to School menjadi saran efektif dalam mengajak generasi muda Papua lebih peduli, tanggap, dan siap menghadapi situasi darurat,” kata Eman. ***(Siaran Pers)

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Dari Teknologi hingga Diplomasi, Freeport Ajak Mahasiswa Uncen Pahami Pertambangan Modern

15 October 2026 - 19:13 WIT

Tiga Siswa Papua Football Academy Dipanggil TC Timnas Indonesia U-16

10 September 2026 - 10:57 WIT

Freeport Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Masyarakat Terdampak Gempa NTT

2 September 2026 - 22:44 WIT

Pulih Sepenuhnya di 2027, Freeport Bidik Setoran Rp100 Triliun ke Kas Negara

18 August 2026 - 17:29 WIT

Selangkah Lagi, Smelter Gresik jadi Pusat Hilirisasi Mineral Terbesar di Indonesia

18 August 2026 - 13:26 WIT

Tony Wenas: Keberagaman 30 Ribu Pekerja PT Freeport Indonesia Jadi Kekuatan Bangkit Bersama

18 August 2026 - 12:26 WIT

Trending di KABAR FREEPORT