Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR PAPUA · 26 Apr 2024 16:16 WIT

Ramai Baliho Paulus Waterpauw Minta Doa Restu di Jayapura, Ini Kata Tokoh Adat Papua


					Penampakan baliho Paulus Waterpauw minta doa restu di Jalan Irian Taman Imbi Kota Jayapura, Papua. (Ist) Perbesar

Penampakan baliho Paulus Waterpauw minta doa restu di Jalan Irian Taman Imbi Kota Jayapura, Papua. (Ist)

KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura – Baliho Paulus Waterpauw mengabdi untuk negeri dan mohon doa restu bermunculan di Jalan Irian Kota Jayapura dan jalan utama Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.

Munculnya baliho ini menjadi pembicaraan hangat di media sosial. Seorang netizen bahkan mengomentari munculnya baliho Paulus Waterpauw yang disinyalir menjadi pertanda akan maju di bursa Pilgub Papua.

‘’Kakak Besar Kembali,’’ tulis seorang netizen dan WAG group dengan memposting baliho yang terpasang di Taman Imbi, Kota Jayapura.

Tokoh Adat Papua, Herman Yoku merespons munculnya baliho Paulus Waterpauw yang akan maju di Pilgub 2024. Menurut dia, siapa pun anak asli daerah yang memiliki kemampuan untuk memimpin bisa menjadi calon gubernur dan wakil gubernur Papua.

“Kita tidak bisa klaim bahwa yang maju gubernur maupun wakil gubernur harus orang asli Tabi-Saireri, tapi siapapun anak Papua yang memiliki kemampuan silahkan maju untuk bersaing,” katanya, Jumat 26 April 2024.

Anak Asli Papua Bisa Maju Pilgub 2024

Kolase baliho Paulus Waterpauw minta doa restu di Kabupaten dan Kota Jayapura, Papua. (Ist)

Herman menyebut, dalam undang-undang otsus tidak merincikan calon yang maju berdasarkan wilayah adat. Maka itu, siapapun sosoknya bisa maju menjadi calon gubernur maupun wakil gubernur papua.

“Selama ini yang dijamin Otsus adalah calon gubernur dan wakil gubernur harus orang asli Papua. Untuk wilayah adatnya tidak mengatur, jadi siapapun orang asli papua bisa maju menjadi calon gubernur maupun wakil gubernur papua,” ujarnya.

Pertimbangan lainnya, kata Herman, dalam lembaga Majelis Rakyat Papua (MRP) juga sudah diisi oleh oang asli Papua dari Animha, Lepago, Meepago.  Untuk itu, tidak boleh ada pembatasan untuk anak-anak Papua maju sebagai calon gubernur.

“Jadi untuk calon gubernur silahkan maju, entah dia anak Papua dari Lapago, Meepago, Animha, Domberai, Bomberai silahkan maju, tidak hanya orang Tabi-Saireri. Kalau nanti ada orang Tabi-Saireri yang protes, maka sebaiknya protes disampaikan ke MRP. Karena, di sana juga diisi oleh orang asli Papua dari wilayah adat lain,” tandasnya. *** (Redaksi)

Artikel ini telah dibaca 99 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Disindir Hanya Peramai Bursa Pilkada Jayapura, Orgenes Kaway Beri Jawaban Menohok

16 May 2024 - 22:59 WIT

6 Parpol Buka-bukaan Soal Sosok Paulus Waterpauw: Beda dari yang Lain

16 May 2024 - 18:39 WIT

Paulus Waterpauw Dirindukan Masyarakat Sarmi

16 May 2024 - 10:35 WIT

KPK Serahkan 90 Mobil Dinas Eks Dewan ke Pemprov Papua

15 May 2024 - 23:15 WIT

FPK Angkat Bicara soal Kontroversi Pemindahan Makam Tokoh Papua Theys Eluay

15 May 2024 - 18:25 WIT

Desa Wisata Kampung Tobati Terus Berkembang, Sejumlah Fasilitas Baru Diresmikan

14 May 2024 - 23:53 WIT

Trending di KABAR PAPUA