Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

PERISTIWA · 8 Jul 2026 21:14 WIT

Polisi Gagalkan Penjualan Amunisi Ilegal di Kota Jayapura


					Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Polisi Fredrickus W. A. Maclarimboen didampingi Kapolsek Abepura Kompol Paulus Hilapok dan Kanit Reskrim Iptu Edwin A. Ayomi saat Press Conference di Mapolsek Abepura, Kota Jayapura, Papua. (KabarPapua.co/Imelda) Perbesar

Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Polisi Fredrickus W. A. Maclarimboen didampingi Kapolsek Abepura Kompol Paulus Hilapok dan Kanit Reskrim Iptu Edwin A. Ayomi saat Press Conference di Mapolsek Abepura, Kota Jayapura, Papua. (KabarPapua.co/Imelda)

KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura – Unit Reskrim Polsek Abepura terus mendalami kasus dugaan kepemilikan amunisi tanpa hak dengan mengamankan sebanyak 82 butir amunisi berbagai kaliber dari seorang pria berinisial GSP (42), warga Distrik Abepura, Kota Jayapura.

Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Polisi Fredrickus W. A. Maclarimboen mengatakan, tim penyidik saat ini masih mengembangkan penyidikan untuk mengungkap asal-usul amunisi tersebut, termasuk menelusuri kemungkinan adanya pemasok maupun pihak lain yang terlibat dalam peredarannya.

Fredrickus juga mengatakan, pihaknya masih terus mendalami kasus ini dan saat ini fokus penyidik bukan hanya pada kepemilikan amunisi tanpa hak, tetapi juga menelusuri dari mana amunisi itu berasal dan apakah terdapat keterlibatan pihak lain dalam jaringan peredarannya.

“Semua kemungkinan akan kami ungkap melalui proses penyidikan yang profesional dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” kata Fredrickus, didampingi Kapolsek Abepura Kompol Paulus Hilapok dan Kanit Reskrim Iptu Edwin A. Ayomi saat Press Conference ke media di Mapolsek Abepura, Kota Jayapura, Papua, Rabu siang, 8 Juli 2026.

Menurut Fredrickus, pengungkapan kasus itu berawal dari kegiatan Kepolisian yang dilakukan pada Senin, 6 Juli 2026, sekitar pukul 21.30 WIT di Jalan Manokwari, samping Gereja GKI Harapan Abepura, Kelurahan Kota Baru, Distrik Abepura.

“Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek Abepura bersama tim gabungan berhasil mengamankan seorang pria berinisial GSP yang diduga menguasai amunisi tanpa hak,” terang Fredrickus.

Unit Reskrim Polsek Abepura dalami kasus dugaan kepemilikan amunisi tanpa hak dengan mengamankan sebanyak 82 butir amunisi berbagai kaliber dari seorang pria berinisial GSP (42), warga Distrik Abepura, Kota Jayapura. (KabarPapua.co/Imelda)

Dari hasil pemeriksaan, kata Fredrickus, petugas menemukan 82 butir amunisi tajam berbagai kaliber, terdiri dari 27 butir kaliber 5,56 mm, 52 butir kaliber 9 mm, satu butir kaliber 7,62 mm, satu butir amunisi kaliber 7,62 mm bertuliskan AK-47, serta satu butir amunisi kaliber 7,62 Carbine.

”Selain itu, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti lainnya berupa satu plastik hitam, uang tunai sebesar Rp300.000, satu tas pinggang warna hitam, satu unit telepon seluler, dan satu unit sepeda motor Honda Beat yang diduga berkaitan dengan tindak pidana tersebut,” jelasnya.

Fredrickus menegaskan, seluruh barang bukti telah diamankan untuk kepentingan penyidikan, sementara terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan secara intensif oleh tim penyidik.

“Peredaran amunisi tanpa izin merupakan pelanggaran hukum yang sangat serius karena berpotensi mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Sehingga kami berkomitmen mengungkap perkara ini hingga tuntas dan menindak tegas setiap pihak yang terbukti terlibat,” terangnya.

Atas perbuatannya, kata Fredrickus, terduga pelaku dipersangkakan melanggar Pasal 306 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) terkait kepemilikan atau penguasaan amunisi tanpa hak.

Mengakhiri keterangannya, Fredrickus mengajak seluruh masyarakat untuk terus berperan aktif menjaga situasi keamanan dengan segera melaporkan kepada pihak Kepolisian apabila mengetahui adanya kepemilikan maupun peredaran senjata api dan amunisi ilegal.

“Informasi sekecil apa pun dari masyarakat sangat berarti dalam membantu kepolisian mencegah peredaran senjata api maupun amunisi ilegal demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” ujar Fredrickus. ***(Imelda)

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Inilah Hasil Olah TKP Pembakaran Pesawat AMA dan Pembunuhan Pilot Amerika di Yahukimo

8 July 2026 - 19:32 WIT

IPI: Pilot dan Pesawat Sipil Bukan Sasaran Konflik di Papua

7 July 2026 - 00:01 WIT

Penonton Film Pesta Babi Donasikan Rp517-an Juta untuk Pengungsi Konflik Papua

6 July 2026 - 14:42 WIT

Pesawat AMA yang Dibakar di Yahukimo Sering Melayani Misi Kemanusiaan

3 July 2026 - 00:19 WIT

Mortir Aktif Ditemukan di Jayapura Selatan

3 July 2026 - 00:04 WIT

Kodam Cenderawasih: OPM Pelaku Pembakaran Pesawat AMA di Yahukimo

2 July 2026 - 23:40 WIT

Trending di PERISTIWA