Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

BISNIS · 11 Jun 2026 11:40 WIT

PLN Imbau Warga Jaga Jarak Aman Atribut Piala Dunia dari Jaringan Listrik


					Pemasangan atribut Piala Dunia seperti bendera negara peserta Piala Dunia yang tidak memperhatikan jarak aman terhadap jaringan listrik PLN. (Foto dok: PLN Papua) Perbesar

Pemasangan atribut Piala Dunia seperti bendera negara peserta Piala Dunia yang tidak memperhatikan jarak aman terhadap jaringan listrik PLN. (Foto dok: PLN Papua)

KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura – PT PLN (Persero) mengimbau masyarakat untuk memperhatikan jarak aman dalam pemasangan atribut kemeriahan Piala Dunia 2026 seperti bendera, umbul-umbul serta atribut lainnya. 

Hal ini dilakukan, guna mengantisipasi gangguan kelistrikan selama Piala Dunia, sekaligus menjaga keandalan jaringan secara berkelanjutan agar aliran listrik tetap andal dan aman sampai ke rumah pelanggan.

General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, Roberth Rumsaur menjelaskan,seluruh atribut dekorasi wajib dipasang dengan jarak aman minimal 3 meter dari jaringan listrik PLN agar tidak memicu gangguan teknis atau korsleting. 

Selain itu, kata Roberth, pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk memastikan lokasi nonton bareng Piala Dunia diselenggarakan secara aman supaya keseruan acara terhindar dari risiko potensi bahaya kelistrikan.

“Tentu kita semua ingin menikmati setiap pertandingan pesta bola ini dengan suka cita bersama keluarga dan kerabat dekat,” kata Roberth dalam siaran persnya ke media di Papua, Kamis, 11 Juni 2026. 

Oleh karena itu, kata Roberth, mari saling mengingatkan di lingkungan masing-masing untuk menjaga jarak aman dari kabel listrik. “Ini agar kemeriahan yang kita siapkan ini membawa kebahagiaan tanpa ada gangguan kelistrikan yang berarti,” katanya menambahkan.

Petugas PLN sedang melakukan pembersihan bendera negera peserta Piala Dunia yang mengganggu jaringan listrik di Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura, Papua. (Foto dok: PLN Papua)

Menurut Roberth, pemasangan tiang umbul-umbul berbahan besi atau bambu basah yang terlalu dekat dengan kabel bertegangan tinggi sangat rawan memicu hantaran listrik. 

“Kondisi tersebut tak hanya membahayakan keselamatan jiwa warga di sekitar lokasi, tetapi juga berpotensi menyebabkan kerusakan infrastruktur yang memicu pemadaman meluas,” terang Roberth.

Roberth juga mengatakan, tercatat sejak tahun lalu hingga Mei 2026, telah terjadi 108 kali gangguan kelistrikan di seluruh Tanah Papua akibat pemasangan atribut yang tidak memperhatikan jarak aman dengan jaringan PLN. 

“Oleh karena itu, mari kita jadikan catatan ini sebagai pelajaran berharga agar kejadian serupa tidak terulang dan merugikan kenyamanan masyarakat luas,” jelas Roberth. 

Apabila masyarakat melihat adanya potensi bahaya dari atribut yang terlalu dekat dengan kabel atau mengalami gangguan kelistrikan, diharapkan segera melaporkannya demi penanganan cepat. 

“Semua layanan pengaduan dan laporan tersebut dapat diakses dengan mudah oleh pelanggan selama 24 jam melalui aplikasi PLN Mobile atau menghubungi Contact Center 123,” ujar Roberth. ***(Siaran Pers)

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Pertamina Gelar Sidak Lintas Sektoral Antisipasi Penyalahgunaan BBM Subsidi

11 June 2026 - 10:03 WIT

PEIF ke-2 Tahun 2026: Mengakselerasi Pertumbuhan Papua Melalui Sinergi Investasi dan Hilirisasi Berkelanjutan

10 June 2026 - 09:59 WIT

Inilah Harga BBM yang Berlaku di Seluruh Tanah Papua

10 June 2026 - 09:46 WIT

Perkuat Sinergi Lintas Instansi, PLN Kenalkan Aplikasi PLN Mobile Lewat Turnamen Tenis di Merauke

9 June 2026 - 12:26 WIT

Inflasi Provinsi Papua dan Tiga DOB pada Mei 2026 Tetap Terjaga

8 June 2026 - 13:27 WIT

Dirut Bank Mandiri Taspen: Masa Pensiun Tetap Berdaya

6 June 2026 - 21:41 WIT

Trending di BISNIS