Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

BISNIS · 25 Jul 2026 09:37 WIT

13 Tahun Berteman Pelita dan Teror Hewan Liar, Rumah Karyo Kini Benderang Berkat Light Up The Dream PLN


					Petugas PLN serahkan simbolis program Light Up The Dream kepada Karyo Sudarmo, menandai penyerahan resmi instalasi listrik gratis bagi keluarga Karyo di Tanah Miring, Merauke, Papua Selatan. (Foto dok: PLN UIW Papua dan Papua Barat) Perbesar

Petugas PLN serahkan simbolis program Light Up The Dream kepada Karyo Sudarmo, menandai penyerahan resmi instalasi listrik gratis bagi keluarga Karyo di Tanah Miring, Merauke, Papua Selatan. (Foto dok: PLN UIW Papua dan Papua Barat)

KABARPAPUA.CO, Merauke – 13 tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Karyo Sudarmo (78) dan istrinya untuk bertahan hidup di tengah pekatnya malam di SP5 Waninggap Miraf, Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.

Lebih dari satu dekade, rumah sederhana pasangan lansia ini hanya mengandalkan temaram pelita sebagai satu-satunya sumber penerangan saat matahari terbenam.

Bagi mereka, malam hari bukan sekadar waktu untuk beristirahat, melainkan momen yang memicu kecemasan. Dalam remang cahaya pelita, rumah mereka kerap dimasuki hewan liar dari lingkungan sekitar.

“Selama 13 tahun tinggal di tempat ini, kami hanya mampu menerangi rumah dengan pelita. Sudah tidak terhitung berapa banyak ular dan binatang liar yang masuk, lalu memakan ternak ayam kami,” kenang Karyo dengan suara bergetar mengingat masa-masa sulit yang harus dilewatinya.

Keterbatasan fisik di usia senja membuat ruang gerak Karyo dan istrinya kian terbatas. Untuk menyambung hidup, mereka beternak ayam seadanya di pekarangan rumah. Selebihnya, Karyo bergantung pada panggilan tetangga untuk menjadi buruh tani di sawah. Penghasilan yang tak menentu membuat impian memiliki instalasi listrik sendiri sebatas angan yang sulit diwujudkan akibat himpitan ekonomi.

Dalam pernyataan tertulis Manager Komunikasi dan TJSL PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Papua dan Papua Barat, Irfan Djabar kepada media pada Sabtu, 25 Juli 2026, kehidupan keluarga kecil (Karyo) ini berubah ketika PLN hadir membawa secercah harapan melalui program Light Up The Dream (LUTD).

Program yang berasal dari donasi sukarela pegawai PLN ini dirancang khusus untuk mewujudkan mimpi masyarakat kurang mampu di pelosok agar bisa menikmati akses listrik secara gratis. Karyo adalah salah satu potret dari masifnya gerakan kepedulian ini di tanah Papua.

Karyo Sudarmo dan istrinya menatap haru ke arah bola lampu yang akhirnya menyala terang di langit-langit teras rumah sederhana mereka di Merauke berkat program Light Up The Dream dari PLN. (Foto dok: PLN UIW Papua dan Papua Barat)

Kini, kecemasan Karyo atas teror ular di kegelapan malam telah sirna. Rumahnya benderang setelah petugas PLN berhasil melakukan penyambungan instalasi listrik baru. Saklar telah ditekan, dan cahaya lampu kini menerangi setiap sudut hunian mereka, membawa rasa aman serta meningkatkan kualitas hidup yang belasan tahun hilang.

Menatap langit-langit rumahnya yang kini terang dengan mata berkaca-kaca, Karyo tak henti-hentinya mengucap syukur atas bantuan penyambungan listrik gratis yang diterimanya.

“Saya sungguh berterima kasih kepada PLN dan siapa pun yang sudah membantu agar kami dapat menikmati listrik. Kami tidak punya uang jika harus memasang instalasi listrik dan kabel-kabel sendiri di rumah ini,” ungkap Karyopenuh haru.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, Roberth Rumsaur, menyampaikan, kisah Karyo di Tanah Miring menjadi pendorong semangat bagi insan PLN untuk terus memperluas jangkauan program kemanusiaan ini ke seluruh pelosok desa.

“Mendengar cerita Pak Karyo yang kini merasa aman dari ancaman hewan liar dan bisa melihat rumahnya terang di usia senja adalah kebahagiaan terbesar bagi kami para insan PLN,” jelas Roberth.

Hingga Juli 2026 ini, kata Roberth, donasi dari para pegawai PLN telah berhasil menerangi 3.034 rumah tangga di seluruh tanah Papua. “Melalui program Light Up The Dream, kami berkomitmen menyisihkan rezeki demi memastikan keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi warga Papua untuk mendapatkan keadilan energi,” terangnya.

Lewat program Light Up The Dream, PLN berkomitmen untuk terus menyalakan asa di rumah-rumah terpencil lainnya, memastikan tidak ada lagi masyarakat yang tertinggal dalam kegelapan, serta membawa kedamaian di setiap malam warga Papua.***(Siaran Pers)

Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Sisa 4 Hari, PLN Gencarkan Edukasi Promo Tambah Daya 50 Persen

25 July 2026 - 08:32 WIT

PT Munja Utama Indonesia Raih Pemred Award dan Pena Emas 2026

24 July 2026 - 22:35 WIT

Cegah Investasi Bodong dan Pinjol Ilegal, OJK Papua Edukasi ASN Kepulauan Yapen

24 July 2026 - 22:26 WIT

Bank Modern Express Edukasi Siswa SD Filadelfia Gemar Menabung

24 July 2026 - 12:54 WIT

Bank Mandiri Taspen dan PT Taspen Serahkan Santunan kepada Ahli Waris Almarhum Rahmad Gobel

24 July 2026 - 00:24 WIT

Bulog Papua Pastikan Ketersediaan Beras dalam Kondisi Aman Jelang HUT RI

23 July 2026 - 21:40 WIT

Trending di BISNIS