Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

RAGAM · 6 Sep 2026 18:53 WIT

Kementerian Kebudayaan Umumkan Pemenang Program Produksi Film Narasi Kepahlawanan 2026


					Kementerian Kebudayaan umumkan pemenang program produksi Film Narasi Kepahlawanan 2026. (Foto dok: IST)  Perbesar

Kementerian Kebudayaan umumkan pemenang program produksi Film Narasi Kepahlawanan 2026. (Foto dok: IST)

KABARPAPUA.CO, Jakarta – Dalam rangka memajukan ekosistem perfilman tanah air, Kementerian Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan menyelenggarakan sayembara produksi film bernarasi tentang kepahlawanan.

Pada kesempatan acara “Pengumuman Sayembara Produksi Film Narasi Kepahlawanan” yang digelar di Graha Utama, Kompleks Kementerian Kebudayaan, Jakarta, telah diumumkan 20 pemenang program ini. Sebanyak tujuh pemenang ditetapkan dari kategori Film Panjang dan 13 pemenang dari kategori Film Pendek.

Menteri Kebudayaan (Menbud) RI, Fadli Zon menyampaikan, Program Produksi Film Narasi Kepahlawanan 2026 merupakan langkah afirmatif untuk memperkuat genre film kepahlawanan dalam ekosistem perfilman nasional.

Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan kembali berbagai peristiwa perjuangan mempertahankan kemerdekaan melalui medium sinema yang lebih dekat dengan masyarakat. “Genre film kepahlawanan membutuhkan afirmasi agar semakin berkembang dalam ekosistem perfilman Indonesia,” kata Menbud RI Fadli Zon.

“Melalui film, peristiwa-peristiwa penting dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan pada 1945 hingga 1950 dapat dihadirkan secara lebih dekat dan menarik kepada masyarakat, sekaligus memperkuat nilai kepahlawanan, patriotisme, nasionalisme, dan keteladanan,” kata Fadli menambahkan.

Pengumuman pemenang disampaikan setelah seluruh proposal mengikuti rangkaian proses seleksi yang meliputi pemeriksaan administrasi, penilaian proposal dan naskah, presentasi atau pitching, hingga rapat pleno dewan juri.

Sejumlah aspek penilaian proposal menjadi dasar pemilihan pemenang, antara lain kekuatan gagasan, kualitas dan relevansi cerita, kesiapan produksi, pendekatan sinematik, serta kesesuaian narasi dengan konteks peristiwa perjuangan bangsa Indonesia pada periode 1945–1950.

Selama proses pendaftaran Program Produksi Film Narasi Kepahlawanan 2026 yang berlangsung pada 10 Juli hingga 10 Agustus 2026, Kementerian Kebudayaan menerima 143 proposal yang terdiri atas 54 proposal kategori Film Panjang dan 89 proposal kategori Film Pendek.

Kementerian Kebudayaan umumkan pemenang program produksi Film Narasi Kepahlawanan 2026. (Foto dok: IST)

Proposal tersebut menghadirkan beragam gagasan dan perspektif mengenai perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia serta dinamika sosial dan kemanusiaan yang berlangsung pada periode 1945–1950.

Seluruh proposal kemudian mengikuti proses seleksi sesuai dengan ketentuan dan kriteria yang telah ditetapkan dalam pedoman program. Untuk menjaga proses penilaian berlangsung secara komprehensif, Kementerian Kebudayaan melibatkan para sineas dan sejarawan sebagai dewan juri.

Keterlibatan kedua unsur tersebut memberikan pertimbangan terhadap aspek artistik dan sinematik, kualitas penceritaan, kesiapan produksi, serta ketepatan dalam menggambarkan peristiwa dan konteks sejarah yang menjadi latar cerita.

Pada kategori Film Pendek, dewan juri terdiri atas sineas Putrama Pradjawasita, Perlita Desiani, dan Angkasa Ramadhan; bersama sejarawan Hasril Chaniago dan Mahpudi. Sementara itu dewan juri kategori Film Panjang dari unsur sineas terdiri atas Tesadesrada Ryza, Salman Aristo, Tumpal Christian Pratama, Happy Salma, Nurman Hakim, Asaf Antariksa Riyanto, serta R.A.J. Siti N. Kusumastuti. Unsur sejarawan diwakili oleh M. Yuanda Zara dan G. Ambar Wulan.

Perwakilan dewan juri, Tesadesrada Ryza menyampaikan, seluruh proposal telah melalui pembahasan mendalam mempertimbangkan berbagai aspek yang telah ditetapkan dalam pedoman program. Proposal-proposal yang kami terima menunjukkan keragaman sudut pandang dan pendekatan kreatif memaknai perjuangan bangsa,” katanya.

Pemilihan calon pemenang, kata Tesadesrada, dilakukan melalui pembahasan yang menyeluruh dengan mempertimbangkan kekuatan cerita, pendekatan sinematik, kesiapan produksi, serta potensi setiap gagasan untuk dikembangkan menjadi karya film yang utuh, menarik, dan bertanggung jawab.

Menbud RI Fadli Zon menilai karya-karya yang terpilih memiliki potensi untuk memperkaya khazanah perfilman Indonesia sekaligus membuka ruang kolaborasi antara sineas dan berbagai bidang keahlian yang terkait dengan sejarah dan kebudayaan.

“Kami ingin film-film ini selain kuat secara artistik dan sinematik, tetapi juga berbasis riset dan akurat secara historis. Lebih dari itu, film-film itu harus mampu menghidupkan kembali literasi kepahlawanan dan membuat generasi muda, khususnya milenial dan Gen Z, semakin dekat dengan sejarah serta nilai-nilai perjuangan bangsa,” jelas Fadli. ***(Siaran Pers)

Daftar Pemenang Sayembara Produksi Film Narasi Kepahlawanan 

KATEGORI FILM PANJANG 

1.    Barisan Penghibur 

●     Produser: Nia Zulkarnaen 

●     Sutradara: Ari Sihasale 

●     Penulis Skenario: Sugeng Wahyudi 

2.    Hoegeng: Yang Ada Tinggal Nama 

●     Produser: Giovanni Rahmadeva, Axel Hadiningrat, dan Krisnadi Ramajaya Hoegeng 

●     Sutradara: Loeloe Hendra Komara 

●     Penulis Skenario: Krisnadi Ramajaya Hoegeng dan Loeloe Hendra Komara 

3.    Rengasdengklok 

●     Produser: Taufan Adryan 

●     Sutradara: Farishad I. Latjuba 

●     Penulis Skenario: Ifan Ismail 

4.    Kapalselam Kalibayam 

●     Produser: Dani Rachman Fauzi 

●     Sutradara: Kuntz Agus 

●     Penulis Skenario: Tito Imanda 

5.    Sakura di Telawang 

●     Produser: Hamonangan 

●     Sutradara: Lola Amaria 

●     Penulis Skenario: Ni Ketut Yuni Suastini 

6.    Rai 

●     Produser: Parama Adi Wirasmo 

●     Sutradara: Rako Prijanto 

●     Penulis Skenario: Tamawal Frans M. 

7.    Pintu Tertutup 

●     Produser: Wiendy Widasari 

●     Sutradara: Hanny R. Saputra 

●     Penulis Skenario: Abdurrohman Syakbani Nasution 

KATEGORI FILM PENDEK 

1.    Arang Kobar Juang 

●     Produser: Dhiwangkara Seta 

●     Sutradara: Noel Pendawa 

●     Penulis Skenario: Noel Pendawa 

2.    Belantara Raya 

●     Produser: Rifqi Mardhani 

●     Sutradara: Ilham Prajatama 

●     Penulis Skenario: Dafriansyah Putra 

3.    Buleun Purnama, di Nanggroe 

●     Produser: Asmara Abigail dan Dani Huda 

●     Sutradara: Dani Huda 

●     Penulis Skenario: Dani Huda, Chandra Cahyana, dan Raisa Kamila 

4.    Darah Djoeang 

●     Produser: Fanny Chotimah 

●     Sutradara: Reni Apriliana 

●     Penulis Skenario: Ardhika Surya Adhi 

5.    Desing Peluru Tak Bertuan 

●     Produser: Iqbal Mohammad Hamdan 

●     Sutradara: Sandi Akbar Paputungan 

●     Penulis Skenario: Sandi Akbar Paputungan 

6.    Ibu Raih 

●     Produser: Theo Maulana 

●     Sutradara: Janice Angelica 

●     Penulis Skenario: Janice Angelica 

7.    Jam 7 Pagi (Makassar, 1947) 

●     Produser: Ayu Kartika 

●     Sutradara: Zhaddam A. Nurdin 

●     Penulis Skenario: Zhaddam A. Nurdin 

8.    Menara Terakhir 

●    Produser: Gerald A. 

●     Sutradara: Sarah Adilah 

●     Penulis Skenario: Mohammad Iqbal 

9.    Operasi Malino: Lembar yang Hilang 

●     Produser: Muhammad Ilham Mustain Murda 

●     Sutradara: Wahyu Mika 

●     Penulis Skenario: Wahyu Mika dan Muhammad Ilham Mustain Murda 

10. Seriboe Soedirman 

●    Produser: Nisa F. 

●     Sutradara: Edy Wibowo 

●     Penulis Skenario: Tri Wahyudi dan Suharmono 

11. Suara Republik 

●     Produser: Muhammad Kholiq 

●     Sutradara: BW Purbanegara 

●     Penulis Skenario: Luhki Herwanayogi 

12. Timur 1950 

●     Produser: Andi Arfan Sabran 

●     Sutradara: Muh. Ishak Iskandar 

●     Penulis Skenario: Andi Arfan Sabran 

13. Yang Tenggelam Saat Fajar 

●     Produser: Ronantikarunia 

●     Sutradara: May Ramadhan 

●     Penulis Skenario: May Ramadhan dan Zydan Nabil 

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Peringati Maulid Nabi 1448 H, Pemkab Waropen Tekankan Persatuan dan Toleransi

5 September 2026 - 21:41 WIT

Momen Maulid Nabi, PHBI Jayawijaya Galang Donasi untuk Korban Gempa NTT

27 August 2026 - 14:08 WIT

Resmi Dilantik, Pengurus Baru WKRI Siap Jadi Garam dan Terang di Tengah Masyarakat

25 August 2026 - 22:09 WIT

BNI Sediakan Akses Prioritas Menikmati Andrea Bocelli “Romanza” di Indonesia

22 August 2026 - 19:38 WIT

Rayakan Kemerdekaan, Srikandi PLN IP UBP Holtekamp Berbagi Sehat dan Sembako untuk Warga

21 August 2026 - 01:45 WIT

Ragam Adat Nusantara Warnai Upacara HUT ke-81 RI di PLN IP UBP Holtekamp

18 August 2026 - 17:45 WIT

Trending di RAGAM