Menu ✖

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR PAPUA TENGAH · 30 Sep 2026 16:18 WIT

Aksi Memukau Dua Siswa Mepa Boarding School Sukses Guncang Panggung Dies Natalis ke-1


					Rain Mote Asal Paniai dan Julian Tebai Asal Dogiyai, siswa Mepa Boarding School yang menjadi MC pada Dies Natalis ke-1 Mepa Boarding School. Foto: Agis Pranoto/KabarPapua.co Perbesar

Rain Mote Asal Paniai dan Julian Tebai Asal Dogiyai, siswa Mepa Boarding School yang menjadi MC pada Dies Natalis ke-1 Mepa Boarding School. Foto: Agis Pranoto/KabarPapua.co

KABARPAPUA.CO, Nabire– Panggung megah perayaan Dies Natalis ke-1 Mepa Boarding School yang digelar meriah pada Rabu pagi, 30 September 2026 mendadak riuh oleh gemuruh tepuk tangan. Sorak-sorai ratusan penonton dan tamu undangan bukan dipicu oleh penampilan bintang tamu terkenal, melainkan oleh aksi memukau dua siswa kelas 10 dan 11  yang didapuk menjadi Master of Ceremony (MC) utama.

Jika biasanya acara formal setingkat dinas dipandu oleh guru senior berpengalaman, kali ini pihak sekolah mengambil keputusan memilih siswa usia remaja menjadi MC. Hasilnya? Sebuah pertunjukan public speaking terjadi. 

Dengan mengenakan pakaian Batik Papua dan ornamen hiasan kepala yang unik,  kedua MC remaja yang akrab disapa  Rain Mote Asal Paniai dan Julian Tebai Asal Dogiyai melangkah ke tengah panggung tanpa membawa secarik kertas teks (cue card).

Mereka hanya mengandalkan ingatan, koordinasi mata yang tajam, serta untaian guyonan segar khas anak muda yang sukses mencairkan suasana.

“Gugup itu pasti ada. Tapi berkat binaan Miss Grace dan Mr Linus, tugas menjadi MC mengalir saja dan rasa gugup itu hilang.” kata Rain.

Sementara itu, Miss Grace dan Mr Linus menjelaskan momen Dies Natalis menjadi wadah nyata untuk menguji mentalitas kepemimpinan dan kepercayaan diri siswa. Apalagi kemampuan public speaking adalah kecakapan hidup (life skill) penting yang tidak bisa hanya dipelajari dari dalam buku pelajaran saja.

“Mereka hanya seminggu latihan dan mereka bisa memberikan hasil yang bagus di atas panggung. Intinya harus  terus belajar,” kata Grace. *** (Agis Pranoto)

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Dies Natalis Ke-1, Mepa Boarding School Harus Dapat Membangun Fondasi Pendidikan yang Kuat

30 September 2026 - 12:06 WIT

Tas Noken Warnai Pembukaan Acara Rakor yang Digelar Bapperida Papua Tengah

29 September 2026 - 13:13 WIT

Bapperida Papua Tengah Gelar Rakor Percepatan Penurunan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem

29 September 2026 - 12:21 WIT

Sentuhan Gubernur Meki Nawipa di Puncak: Perkuat Kesehatan hingga Kesejahteraan Tukang Ojek

27 September 2026 - 22:04 WIT

Laptop dari Gubernur Meki Nawipa Nyalakan Harapan Pelajar Puncak

26 September 2026 - 21:18 WIT

Gubernur Papua Tengah Wujudkan Pendidikan Berkualitas Lewat Sekolah Asrama Kago Puncak

26 September 2026 - 18:09 WIT

Trending di KABAR PAPUA TENGAH