Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR PAPUA · 20 Feb 2026 13:52 WIT

Papua Menuju Kedaulatan Pangan: Target 30 Ribu Hektar Sawah


					Padi varietas Inpari/Net Perbesar

Padi varietas Inpari/Net

KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura– Provinsi Papua bakal mencetak 30 ribu hektar sawah baru, guna mengakhiri ketergantungan beras dari luar daerah. Tahapan awal dalam aksi ini dimulai dari Distrik Muara Tami, Kota Jayapura. 

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Pangan (TPHP) Provinsi Papua, Lunanka V.M.L. Daimboa menyampaikan penanaman perdana seluas 100 hektare di Muara Tami menjadi simbol dimulainyakedaulatan pangan.

Berdasarkan data dari Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua, kemampuan provinsi ini memenuhi kebutuhan beras mandiri baru mencapai 10 persen. Sisanya masih didatangkan dari luar daerah.

Kepala BRMP Papua, Aser Rouw   memaparkan hitung-hitungan optimis jika target 30 ribu hektar sawah tercapai, maka Papua mampu melakukan kemandirian beras dan tidak tergantung lagi pasokan dariluar.

“Jika petani mampu melakukan tanam dua kali setahun (IP 200), Papua berpeluang menyuplai beras ke wilayah lain di Indonesia Timur,” katanya, Kamis 19 Februari 2026, usai bertemu dengan Gubernur Papua, Matius Fakhiri.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Pangan (TPHP) Provinsi Papua, Lunanka V.M.L. Daimboa bersama pimpinan OPD lainnya saat bersama Gubernur Papua, Matius Fakhiri usai membahas ketahanan pangan di Papua. Foto: ist

Nantinya, petani yang akan garap sawah akan menggunakan penggunaan alat berat dan teknologi pertanian akan menjadi tulang punggung program ini.

Tantangan Logistik 

Untuk mengejar target dalam waktu enam bulan, dibutuhkan 200 hingga 300 unit ekskavator. Karena program ini bersifat year-by-year (tahunan), ketepatan waktu dalam eksekusi teknis dan perencanaan adalah harga mati.

Pemerintah Provinsi Papua berencana mengendalikan proyek cetak sawah ini melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Jika skema ini sukses, Kementerian Pertanian berencana menjadikan Papua sebagai Model Nasional dalam pengelolaan pangan daerah. *** (rilis)

Artikel ini telah dibaca 47 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Jurus Jitu Gubernur Mathius Cetak SDM Unggul Papua

12 June 2026 - 22:53 WIT

Rakor PMD se-Papua Perkuat Pembangunan Menyentuh Akar Rumput

12 June 2026 - 14:03 WIT

Gubernur Papua Lepas Kontingen Pesparawi Nasional XIV ke Manokwari

11 June 2026 - 21:17 WIT

BWS Papua Gelar Sosialisasi dan Penandatanganan Kerja Sama Program P3-TGAI 2026

11 June 2026 - 17:45 WIT

Pemprov Papua Bersama BPMP Siap Kawal SPMB Bersih

9 June 2026 - 18:11 WIT

Upaya DPMK Papua Mengembalikan Wibawa Kelembagaan Adat

4 June 2026 - 14:22 WIT

Trending di KABAR PAPUA