KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura– Provinsi Papua bakal mencetak 30 ribu hektar sawah baru, guna mengakhiri ketergantungan beras dari luar daerah. Tahapan awal dalam aksi ini dimulai dari Distrik Muara Tami, Kota Jayapura.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Pangan (TPHP) Provinsi Papua, Lunanka V.M.L. Daimboa menyampaikan penanaman perdana seluas 100 hektare di Muara Tami menjadi simbol dimulainyakedaulatan pangan.
Berdasarkan data dari Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua, kemampuan provinsi ini memenuhi kebutuhan beras mandiri baru mencapai 10 persen. Sisanya masih didatangkan dari luar daerah.
Kepala BRMP Papua, Aser Rouw memaparkan hitung-hitungan optimis jika target 30 ribu hektar sawah tercapai, maka Papua mampu melakukan kemandirian beras dan tidak tergantung lagi pasokan dariluar.
“Jika petani mampu melakukan tanam dua kali setahun (IP 200), Papua berpeluang menyuplai beras ke wilayah lain di Indonesia Timur,” katanya, Kamis 19 Februari 2026, usai bertemu dengan Gubernur Papua, Matius Fakhiri.

Nantinya, petani yang akan garap sawah akan menggunakan penggunaan alat berat dan teknologi pertanian akan menjadi tulang punggung program ini.
Tantangan Logistik
Untuk mengejar target dalam waktu enam bulan, dibutuhkan 200 hingga 300 unit ekskavator. Karena program ini bersifat year-by-year (tahunan), ketepatan waktu dalam eksekusi teknis dan perencanaan adalah harga mati.
Pemerintah Provinsi Papua berencana mengendalikan proyek cetak sawah ini melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Jika skema ini sukses, Kementerian Pertanian berencana menjadikan Papua sebagai Model Nasional dalam pengelolaan pangan daerah. *** (rilis)


















