KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura – Gubernur Papua Komjen Pol (Purn) Matius D. Fakhiri menegaskan komitmen pemerintah daerah menjadikan sagu sebagai pilar ketahanan pangan dan sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.
Hal itu disampaikannya saat membuka Festival Colo Sagu 2026 di Kota Jayapura, Jumat, 19 Juni 2026 dengan mengusung tema: “Sagu Menghidupi: Dari Tradisi Menuju Kemandirian Ekonomi”.
Menurut Matius, sagu bukan sekadar bahan pangan tradisional, melainkan identitas dan sejarah masyarakat adat Papua. “Bagi orang Papua, sagu adalah identitas, sejarah, dan bagian dari perjalanan hidup yang diwariskan dari generasi ke generasi,” ujarnya.
Matius menekankan, pembicaraan tentang sagu sejatinya adalah pembicaraan tentang masa depan Papua, mencakup ketahanan pangan, perlindungan ekosistem, pemberdayaan masyarakat adat, dan pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Matius juga mengatakan, pemerintah akan mendorong penguatan ekosistem sagu melalui perlindungan kawasan hutan, riset dan inovasi, serta peningkatan nilai tambah produk agar mampu bersaing di pasar lebih luas.
“Ketika seluruh elemen bergerak bersama, maka sagu tidak hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga sumber kesejahteraan nyata bagi masyarakat Papua,” terang Matius.
Kapolresta Jayapura Kota sekaligus Founder Yayasan Colo Sagu, Kombes Polisi Fredrickus W. A. Maclarimboen menyoroti masih rendahnya keterlibatan masyarakat Papua dalam mengembangkan potensi ekonomi sagu.
“Orang Papua punya sagu yang banyak, tetapi orang Papua yang sukses dengan sagu tidak banyak. Kami bangga makan papeda, bangga bicara sagu, tetapi sedikit yang benar-benar peduli mengembangkan potensi ekonominya,” terang Fredrickus.
Fredrickus berharap, festival ini menjadi momentum membangun kesadaran bersama untuk melestarikan hutan sagu,sekaligus mendorong lahirnya regulasi yang mendukung pengembangan sagu sebagai sumber pangan dan ekonomi masyarakat Papua. ***(Imelda)


















