Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR PAPUA TENGAH · 6 May 2025 18:44 WIT

Mobilitas Penduduk jadi Tantangan Pemeriksaan HIV AIDS di Provinsi Papua Tengah


					Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk , dan  Keluarga Berencana (P2KB) Provinsi Papua Tengah melakukan Sosialisasi Survei Terpadu Biologis Dan Perilaku (STBP) Tanah Papua 2025 di Kabupaten Nabire, Selasa, 6 Mei 2025. Foto: Humas Prov Papua Tengah Perbesar

Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk , dan  Keluarga Berencana (P2KB) Provinsi Papua Tengah melakukan Sosialisasi Survei Terpadu Biologis Dan Perilaku (STBP) Tanah Papua 2025 di Kabupaten Nabire, Selasa, 6 Mei 2025. Foto: Humas Prov Papua Tengah

KABARPAPUA.CO, Nabire– Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk , dan  Keluarga Berencana (P2KB) Provinsi Papua Tengah melakukan Sosialisasi Survei Terpadu Biologis Dan Perilaku (STBP) Tanah Papua 2025 di Kabupaten Nabire, Selasa, 6 Mei 2025. 

Dalam kegiatan tersebut terungkap tingginya mobilitas penduduk, minimnya edukasi tentang HIV AIDS  dan kurangnya kesadaran untuk memeriksa HIV, stigma negatif, serta layanan kesehatan yang belum merata jadi  tantangan dalam penanganan pemeriksaan HIV AIDS di Provinsi Papua Tengah.

Kepala Dinas P2KB Provinsi Papua Tengah, dr. Agus berharap sosialisasi ini  sejalan dengan visi misi gubernur  dan wakil gubernur  dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan berkeadilan. “Harapannya, Kabupaten Nabire bisa menjadi contoh dalam pelaksanaan STBP yang sukses,” jelasnya. 

Kegiatan sosialisasi berlangsung  di aula Setda Nabire dan dihadiri sejumlah forkompinda, Kepala Dinas Kesehatan, Fasilitator PPKUI, Kepala Distrik, Kepala RSUD Nabire, Komisi Penanggulangan HIV / AIDS Daerah, serta tamu undangan lainnya.

“Epidemi HIV/AIDS di Tanah Papua masih menjadi tantangan kesehatan yang serius dengan angka yang tinggi,” katanya.

Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk , dan  Keluarga Berencana (P2KB) Provinsi Papua Tengah melakukan Sosialisasi Survei Terpadu Biologis Dan Perilaku (STBP) Tanah Papua 2025 di Kabupaten Nabire, Selasa, 6 Mei 2025. Foto: Humas Prov Papua Tengah

Akumulasi dari tahun 1998 hingga  Desember 2024, jumlah penderita HIV/AIDS di Papua Tengah telah mencapai 22.868 kasus. “Dengan 12.272 kasus di antaranya terjadi pada perempuan.” jelasnya.

Dia menambahkan Kota Nabire menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi HIV AIDS, mencapai 10.494 kasus, diikuti oleh Mimika 7.923 kasus dan Kabupaten Paniai 2.474 kasus. Sisanya tersebar di beberapa kabupaten dengan banyak penderita yang belum terdeteksi karena minimnya pemeriksaan rutin.

Di sisi lain Papua Tengah menghadapi sejumlah tantangan dalam pencegahan dan penanganan HIV AIDS dan memerlukan perhatian serius dari pemerintah, komunitas, dan seluruh pemangku kepentingan.

“Dengan kolaborasi semua pihak, data yang dihasilkan akan berkualitas dan bermanfaat bagi program pengendalian HIV AIDS di Tanah Papua Tengah,” jelasnya. *** (Siaran Pers)

Artikel ini telah dibaca 121 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Pembukaan Tujuh Dapur SPPG di Nabire Terpaksa Dijadwalkan Ulang 

25 April 2026 - 21:45 WIT

Gubernur Meki Nawipa: Pesantren jadi Pusat Pembinaan Moral untuk Papua Tengah Bermartabat

25 April 2026 - 10:54 WIT

Akses Makin Mudah, Batik Air Jawab Konektivitas Papua Tengah

23 April 2026 - 12:13 WIT

Bupati Paniai Serahkan Bantuan Solar Cell untuk Desa Terpencil

21 April 2026 - 23:36 WIT

Wapres Gibran Borong Buku dan Alat Tulis untuk Anak Yatim di Timika 

20 April 2026 - 23:48 WIT

Langkah Strategis Papua Tengah, Gandeng UNICEF Demi Pendidikan dan Kesehatan Anak

20 April 2026 - 23:10 WIT

Trending di KABAR PAPUA TENGAH