KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura – Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Wilayah Jayapura bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengembangan ‘Aisyiyah (LPPA) Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Papua sukses menyelenggarakan Kelas Kecerdasan Artifisial (AI Goes to School/AIGTS).
Kegiatan yang digelar di Hotel @hom Premiere Abepura, Kota Jayapura, Papua, Selasa, 10 Fabruari 2026 ini, diikuti 71 guru TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) dan TK lainnya di Kota Jayapura, Keerom dan Kabupaten Jayapura.
Kegiatan ini sebagai bagian upaya meningkatkan kapasitas tenaga pendidik dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital. Kelas ini menjadi wadah untuk memperkenalkan teknologi kecerdasan artifisial atau Artificial Inteligence (AI) dan pemanfaatannya secara bijak di dunia pendidikan.

Dalam sambutannya, Koordinator Mafindo Wilayah Jayapura, Dr. Nahria, S.Sos., M.Si., menjelaskan secara singkat profil Mafindo sebagai salah satu organisasi nirlaba yang berjuang melawan hoaks, misinformasi, dan disinformasi di Indonesia sejak 2016.
Menurut Nahria, AIGTS tidak hanya menyasar para guru di Jayapura dan sekitarnya tetapi juga guru-guru di daerah lain.
“Kami berterima kasih kepada seluruh pihak, mulai dari LPPA, PWA Papua, Universitas Muhammadiyah (UM) Papua, Universitas Yapis (UNIYAP) Papua, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Papua serta seluruh peserta,” terangnya.

Nahria juga mengatakan, guru diharapakan lebih kreatif dalam pembelajarannya dengan memanfaatkan berbagai tools AI seperti Napkin AI, serta memanfaatkan berbagai fungsi generatif AI pada ChatGPT.
“Tujuan kegiatan ini untuk memberikan pelatihan kepada para guru agar mampu memanfaatkan AI untuk pembelajaran kreatif dan membantu penyelesaian tugas-tugas sebagai pendidik,” ujarnya.
Ketua PWA Papua yang diwakili Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) PWA Papua, Dra. Jaati Riansyah, M.Pd. menyampaikan apresiasinya kepada LPPA dan Mafindo Wilayah Jayapura atas terselenggaranya AIGTS bagi bagi para guru TK ABA dan guru TK lainnya.

Jaati menegaskan, guru harus adaptif terhadap perkembangan teknologi termasuk kecanggihan AI. Guru harus memiliki kecakapan memanfaatkan AI untuk pembelajaran kreatif dan berguna bagi tugas profesionalnya sebagai pendidik. Guru juga harus menularkan kecakapan dalam hal literasi digitalnya kepada siswanya.
“Mafindo Wilayah Jayapura merupakan salah satu mitra strategis bagi kami selama ini untuk meningkatkan kompetensi literasi digital bagi warga ‘Aisyiyah,” jelas Jaati.
Menurut Jaati, berbagai kegiatan Mafindo Jayapura selalu melibatkan PW ‘Aisyiyah. “Terima kasih sekali saya ucapkan kepada seluruh pengurus dan relawan Mafindo Wilayah Jayapura,” katanya.

Kegiatan AIGTS di Jayapura ini didampingi trainer, asisten trainer, serta panitia pelaksana dari Mafindo Wilayah Jayapura. Selain program AIGTS, Mafindo Wilayah Jayapura juga akan melaksanakan kampanye AI Ready Asia di Kota Jayapura.
Mafindo adalah organisasi nirlaba yang berfokus pada literasi digital, pemberantasan hoaks, dan peningkatan kesadaran publik akan pentingnya informasi yang benar.
Mafindo memiliki jaringan relawan di berbagai daerah, termasuk Jayapura, yang aktif dalam mengedukasi masyarakat tentang penggunaan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab. ***(Siaran Pers)


















