KABARPAPUA.CO, Serui – Guna menekan stigma dan juga tingkatkan kualitas hidup Orang dengan HIV-AIDS (ODHA), Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kepulauan Yapen bersama Puskesmas Serui Kota menggelar Penguatan Dukungan Sebaya bagi ODHA.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Minggu, 25 Januari 2026 ini, menjadi ruang aman bagi para ODHA untuk saling berbagi pengalaman, saling menguatkan, serta menegaskan bahwa HIV bukanlah akhir dari kehidupan.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kepulauan Yapen yang juga Sekretaris KPA Kepulauan Yapen, Andi Raya Sarjatno dalam sambutannya menekankan pentingnya dukungan sebaya, keterbukaan, serta keberanian mengakses layanan kesehatan dalam penanganan HIV/AIDS.
“Berdasarkan data hingga September 2025, jumlah kasus HIV di Kabupaten Kepulauan Yapen 2.962 kasus, dengan 2.487 orang masih hidup. Dari jumlah itu, 1.590 orang atau sekitar 63,9 persen telah mengakses terapi antiretroviral (ARV), sementara sisanya belum jalani pengobatan rutin,” terangya.
Andi juga mengatakan, data ini menunjukkan tantangan penanganan HIV/AIDS bukan hanya soal ketersediaan layanan kesehatan, tetapi juga persoalan stigma. “Masih ada ODHA yang ragu atau takut datang ke layanan karena kekuatiran sosial,” ujarnya.
Andi menjelaskan, terapi ARV terbukti mampu meningkatkan kualitas hidup ODHA secara signifikan. Dengan konsumsi obat teratur dan pendampingan tenaga kesehatan dan komunitas, ODHA dapat hidup sehat, produktif, dan memiliki harapan masa depan yang sama dengan masyarakat pada umumnya.
“Kualitas hidup itu penting. Kita mungkin bisa hidup, tetapi tanpa kualitas, hidup terasa tidak bermakna. Karena itu, dukungan sebaya menjadi ruang aman untuk saling berbagi, saling menguatkan, dan menumbuhkan harapan,” katanya.
Salah satu peserta ODHA, menyampaikan kesaksiannya, bahwa berkat kedisiplinan mengonsumsi ARV serta pendampingan tenaga kesehatan, ketiga anaknya dinyatakan negatif HIV.
Kesaksian ini menjadi bukti bahwa pengobatan yang tepat dan dukungan berkelanjutan mampu memberikan masa depan yang lebih baik bagi ODHA dan keluarganya.
Para dokter, tenaga kesehatan, dan pemerhati HIV/AIDS yang hadir turut memberikan motivasi kepada peserta agar tetap konsisten menjalani pengobatan dan tidak merasa sendiri.
Mereka menegaskan bahwa HIV merupakan kondisi kesehatan yang dapat dikelola dengan baik melalui pengobatan dan dukungan yang berkesinambungan.
Kepala Puskesmas Serui Kota, Agnes Irayne Lakoy, menekankan pentingnya penerapan pola hidup sehat, tidak hanya bagi ODHA tetapi juga bagi seluruh masyarakat.
Agnes juga mengajak masyarakat untuk berani melakukan pemeriksaan HIV secara sukarela. “Semakin cepat kita mengetahui status HIV, semakin cepat pula kita dapat mengendalikannya,” ujarnya. ***(Ainun Faathirjal)





























