KABARPAPUA.CO, Wamena– Dinas Kominfo Kabupaten Jayawijaya melalui Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) melakukan Program Konten Doa. Program ini dikembangkan melalui kolaborasi bersama Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI Wamena serta melibatkan pimpinan dan pemuka agama di Kabupaten Jayawijaya.
Plt. Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Jayawijaya, Imanuel Herman Medlama, S.S.T.Pa. usai pertemuan dengan RRI dan para Hamba Tuhan, Senin 19 Oktober 2026 menjelaskan program ini disusun selaras dengan arahan pimpinan daerah. Tujuannya agar setiap roda kehidupan masyarakat, baik sektor pemerintahan, perekonomian, maupun pendidikandapat diawali dengan doa.
“Sebelum aktivitas kegiatan berjalan di kabupaten, baik perekonomian, pemerintahan, maupun pendidikan, semua bisa diawali dengan doa pagi. Layanan informasi publik videotron setiap pagi sudah menyala untuk menyiarkan pesan konten doa demi kelancaran, keamanan, dan pemulihan Kabupaten Jayawijaya,” ujar Imanuel.
Program tayangan doa ini dijadwalkan berlangsung sepanjang tahun, terhitung telah sukses dilaksanakan beberapa bulan lalu bersama Persekutuan Gereja-Gereja Jayawijaya (PGGJ), memfasilitasi pimpinan umat dari lintas agama (Protestan, Katolik, Islam, dan Hindu).
Pada tahapan kedua ini, menggandeng pimpinan dari 15 denominasi gereja untuk mengisi konten doa secara bergiliran.

Kepala Dinas kominfo Jayawijaya Imanuel Herman Medlama, S.Stp saat di temui usai melakukan pertemuan dengan RRI dan para Hamba Tuhan di LPP RRI Wamena, senin 19 Oktober 2026.
Foto : Agris Wistrijaya/KabarPapua.co
Sinergi Bersama
Dinas Kominfo Jayawijaya mengapresiasi dukungan berkelanjutan dari LPP RRI Wamena, termasuk dalam peliputan dialog interaktif secara langsung (live) serta pemberitaan seputar pelayanan publik.
Imanuel berharap kemitraan strategis ini dapat terus dioptimalkan guna memperkuat jaringan informasi dan komunikasi publik di wilayah Jayawijaya.
Dukungan PGGJ
Perwakilan pengurus PGGJ, Pdt. Timotius Alex, S.Th., mendukung penuh pimpinan gereja terhadap program tersebut.
“Doa itu sangat penting. Melalui konten ini, kita mengimbau masyarakat untuk menyatukan hati memohon pemulihan, kedamaian, dan keamanan atas daerah kita,” tegas Pdt. Timotius.
Ia menambahkan, gerakan doa pagi ini diharapkan tidak hanya berhenti pada figur pimpinan agama, tetapi mampu menjelma menjadi kegerakan kerohanian bersama bagi seluruh umat di Kabupaten Jayawijaya. *** (Agris Wistrijaya)








