Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR PAPUA · 30 May 2024 15:36 WIT

KKB Masih Jadi Ancaman Pilkada Papua, Menko Polhukam: 2 Provinsi Berstatus Rawan


					Menko Polhukam, Hadi Tjahjanto usai pertemuan bersama TNI-Polri di Kodam Cenderawasih, Kamis 30 Mei 2024. (KabarPapua.co/Imelda) Perbesar

Menko Polhukam, Hadi Tjahjanto usai pertemuan bersama TNI-Polri di Kodam Cenderawasih, Kamis 30 Mei 2024. (KabarPapua.co/Imelda)

KABARPAPUA.COKota Jayapura – Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Hadi Tjahjanto melakukan pertemuan bersama TNI/Polri se-Tanah Papua guna memastikan proses pentahapan pilkada 2024 berjalan aman dan damai.

Pertemuan berlangsung di Aula Tony  Rompis Markas Kodam XVII Cenderawasih, Kamis 30 Mei 2024. Dalam pertemuan bersama pejabat tinggi TNI-Polri di Papua, Menko Polhukam menyinggung soal kerawanan daerah saat Pilkada.

“Saya sampaikan juga dalam proses pengamanan kita juga tetap memberikan pengamanan kepada masyarakat terkait wilayah rawan,” kata Hadi kepada wartawan usai pertemuan, Kamis.

Berdasarkan data Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) 2024, wilayah yang keamanannya dianggap berstatus rawan berada di Provinsi Papua Tengah dan Provinsi Papua Pegunungan. Sementara wilayah lainnya dinilai berstatus keamanan sedang.

“Masih terdapat aksi kekerasan bersenjata oleh kelompok bersenjata di beberapa tempat di wilayah Papua, seperti di Kabupaten Puncak. Kemudian, Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Paniai, Kabupaten Pegunungan Bintang, Kabupaten Nduga, Kabupaten Intan Jaya, dan Kabupaten Maybrat,” kata Hadi.

Hadi mengingatkan pentingnya menjaga sinergi di antara TNI/Polri untuk memberikan pengamanan kepada proses pentahapan pilkada serentak. Ia juga menekankan TNI/Polri untuk mendukung proses pengiriman logistik.

“Kita ketahui wilayah Papua secara geografisnya berat dan secara demografis masyarakat tersebar di wilayah-wilayah sulit untuk dijangkau. Saya telah meminta hal ini juga harus menjadi perhatian bagi TNI /Polri untuk siap membantu demi kelancaran proses pilkada serentak nanti,” ucapnya.

Ia meyakini dengan adanya sinergi TNI dan Polri, maka pesta demokrasi bisa terlaksana dengan baik walaupun kekuatan pasukan sudah tersebar. Demikian pula dalam urusan logistik akan dibantu dengan alutsista atau armada milik TNI/Polri.

“Di 40 Kabupaten 2 kota dan 6 Provinsi. Saya yakin dengan instruksi yang baik antara dua institusi ini semua dapat berjalan sesuai harapan. Kondusif, aman dan damai,” katanya.

Mantan Panglima TNI menambahkan bahwa pemerintah akan terus mengkampanyekan pemilu damai. Hal ini agar masyarakat mau ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan pilkada serentak.

“Karena ketika narasi pemilu damai sangat minim, maka dapat terjadi ketidakstabilan politik, hukum, keamanan, ekonomi, dan sejahtera,” ujarnya.

Sementara itu, Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI Haryanto menegaskan bahwa seluruh prajurit TNI dan Polri yang tugas di wilayah Papua bersinergi mewujudkan kedamaian, khususnya dalam rangka pilkada serentak.

“Kami berkomitmen akan memegang teguh integritas, sehingga pilkada yang aman tertib dan lancar bisa diwujudkan,” kata Haryanto. *** (Imelda)

Artikel ini telah dibaca 108 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Ribuan Pemuda Padati Kantor Gubernur Papua Kawal Kesejahteraan PSN

30 May 2026 - 18:44 WIT

Wagub Papua: Satu Data OAP adalah Fondasi Utama Pembangunan yang Berkeadilan

25 May 2026 - 11:36 WIT

Inilah Sejumlah Kunker Gubernur Papua di Kabupaten Kepulauan Yapen

21 May 2026 - 22:42 WIT

Gubernur Matius Fakhiri Dorong Yapen Jadi Penyangga Ketahanan Pangan Papua

19 May 2026 - 22:00 WIT

Presiden Prabowo Salurkan 10 Sapi Kurban di Provinsi Papua

18 May 2026 - 08:47 WIT

Target Rampung Juli 2026, Koperasi Merah Putih Siap Jadi Motor Penggerak Ekonomi Papua

17 May 2026 - 19:26 WIT

Trending di KABAR PAPUA