Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

PERISTIWA · 8 Jul 2025 21:06 WIT

KKB Bakar Rumah Bupati Puncak dan Kantor Distrik Omukia


					Pembakaran sejumlah fasilitas pemerintah di Distrik Omukia Kabupaten Puncak. Foto: Satgas Damai Cartenz Perbesar

Pembakaran sejumlah fasilitas pemerintah di Distrik Omukia Kabupaten Puncak. Foto: Satgas Damai Cartenz

KABARPAPUA.CO. Ilaga-Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) membakar sejumlah fasilitas di Distrik Omukia, Kabupaten Puncak, termasuk dua unit rumah Bupati Puncak Elvis Tabuni yang sudah lama tidak ditempati, serta Kantor Distrik Omukia, pada Minggu 6 Juli 2025.

Kaops Damai Cartenz, Brigjen. Pol. Faizal Ramadhani, didampingi Wakaops Damai Cartenz Kombes. Pol. Adarma Sinaga menyampaikan KKB mengklaim rumah bupati dan Kantor Distrik menjadi pos militer.

“Ini tak benar dan  merupakan propaganda yang sengaja disebarkan untuk mempengaruhi opini publik,” katanya.

Faizal bilang, KKB berupaya membangun narasi seolah-olah pemerintah memanfaatkan fasilitas sipil untuk kepentingan militer. “Narasi ini digunakan KKB untuk membenarkan aksi kekerasannya dan mempengaruhi dan menghasut warga. Padahal ini tak benar,” jelasnya.

Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz, Kombes. Pol. Yusuf Sutejo menjelaskan Sebby Sambom yang mengakui dirinya sebagai juru bicara TPNPB OPM telah menyebarkan pernyataan yang menuding penempatan pasukan militer di rumah Bupati Puncak dan Kantor Distrik Omukia telah menimbulkan ketakutan kepada warga dari kampung halaman mereka.

Pembakaran sejumlah fasilitas pemerintah di Distrik Omukia Kabupaten Puncak. Foto: Satgas Damai Cartenz

“Padahal, sebelum narasi dari Sebby Sambom muncul, akun-akun simpatisan KKB sempat memframing bahwa pembakaran bangunan di Ilaga justru dilakukan oleh aparat TNI-Polri. Ini menunjukkan adanya pola propaganda terstruktur untuk menggiring opini publik yang mereka buat,” jelas Kombes Pol. Yusuf.

Selain rumah dinas Bupati Puncak yang sudah lama tidak ditempati dan Kantor Distrik, Satgas Ops Damai Cartenz juga mencatat bahwa KKB melakukan pembakaran empat bangunan lain, yakni:

  • satu unit gereja di Kampung Pinapa, Distrik Omukia.
  • Rumah dinas Pemda di Kampung Pinapa.
  • Puskesmas di Kampung Pinapa.
  • Satu unit bangunan sekolah dan kantor kampung di Kampung Pinggil, Distrik Omukia.

Narasi pembakaran yang diklaim sebagai perlawanan terhadap “militerisasi” fasilitas sipil disebut kerap menjadi strategi KKB untuk menarik simpati internasional serta membangun dukungan masyarakat lokal.

“Sudah menjadi kebiasaan KKB, apabila pihak mereka melakukan kejahatan pembunuhan terhadap warga sipil, mereka selalu menyebut korbannya adalah aparat militer Indonesia yang menjadi mata-mata, namun faktanya yang mereka lakukan adalah membunuh warga sipil yang tidak bersalah,” tutup Yusuf Sutejo.

Dalam insiden tersebut tidak ada korban jiwa, Satgas Ops Damai Cartenz akan terus berkomitmen menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua untuk menciptakan Papua yang aman dan damai dari kelompok kriminal bersenjata. *** (Rilis/Imelda)

Artikel ini telah dibaca 82 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Pimpin Apel Pagi, Kasi Propam Polres Kepulauan Yapen Tekankan Disiplin dan Profesionalisme

23 June 2026 - 23:09 WIT

Jelang Hari Bhayangkara Ke-80, Polres Kaimana Laksanakan Anjangsana

23 June 2026 - 18:05 WIT

Dua Terduga KKB Batalyon HSSBI Yahukimo Ditangkap

21 June 2026 - 21:41 WIT

Diduga Korupsi Penyaluran CBP, Kejati Papua Tahan Empat Mantan Pimpinan Perum Bulog

18 June 2026 - 22:45 WIT

Kejar Selama 2 Hari, Polisi Tangkap Pelaku Curas dan Penganiayaan di Keerom 

18 June 2026 - 11:27 WIT

Sambut HUT Ke-80 Bhayangkara, Polres Nabire Gelar Beberapa Turnamen

17 June 2026 - 11:10 WIT

Trending di PERISTIWA