Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR PAPUA BARAT · 22 Jun 2024 20:57 WIT

Kasus DBD Meningkat, Puskesmas Kaimana Lakukan Fogging


					Riswanto Iha saat turun langsung melakukan fogging di wilayah Bumsur, Kaimana pada Jumat 21 Juni 2024. (KabarPapua.co/Yosias Wambrauw) Perbesar

Riswanto Iha saat turun langsung melakukan fogging di wilayah Bumsur, Kaimana pada Jumat 21 Juni 2024. (KabarPapua.co/Yosias Wambrauw)

KABARPAPUA.CO, Kaimana – Sebaran kasus Demam Berdarah (DBD) di wilayah Kota Kaimana, Papua Barat terbilang merata. Pada dua bulan terakhir, kasus DBD meningkat di wilayah tersebut.

Puskesmas Kaimana telah mengambil tindakan fogging sebagai langkah terakhir untuk menekan penyebaran kasus yang disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypti.

Penanggungjawab Program Malaria dan Pengelola Entromolog di Puskesmas Kaimana, Riswanto Iha, menyebut sejak April hingga Mei 2024, jumlah penderita DBD mengalami peningkatan.

Berdasarkan data Puskesmas Kaimana, sudah ada pasien DBD di wilayah Bumsur, Andaair, Telkom, Palapa, Pentagon. Pasien DBD juga ada di wilayah Cenderawasih, Jalan Sisir, Perindustrian, Kaki Air Besar, Polsek, Rajawali, bahkan hingga Krooy, Kampung Trikora dan Coa.

“Itu data yang ada pada kita. Jadi ada kasus DBD yang ditemukan oleh Puskesmas, tetapi ada juga yang ditemukan oleh apotek. Kalau temuan Puskesmas, kami punya data tentang alamat dan rumahnya,” jelas Riswanto pada KabarPapua.co.

Menanggapi peningkatan kasus, Puskesmas Kaimana melakukan fogging untuk pengendalian nyamuk dan fektornya. Pengasapan merupakan alternatif terakhir kalau kasusnya sudah merata.

Riswanto berpesan kepada masyarakat untuk lebih mawas diri ketika beraktivitas di luar rumah saat pagi hingga sore hari. Hal ini  karena nyamuk Aedes Aegypti, mulai aktif dari jam 6 pagi sampai jam 6 sore.

“Pengasapan yang kami lakukan ini untuk pengendalian nyamuk dewasa. Sementara untuk larva, telur dan jentik nyamuk, kita sangat harapkan partisipasi aktif dari masyarakat,” katanya.

Ia meminta partisipasi masyarakat dalam hal melakukan 3M. Langkah 3M tersebut yakni, menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air dan  mendaur ulang atau mengubur berbagai barang bekas. *** (Yosias Wambrauw)

Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Ketua KPU Papua Barat Tegaskan UU Otsus Hanya Mengatur Gubernur OAP

8 July 2024 - 20:09 WIT

PLN-Pemkab Teluk Bintuni Kerja Sama Operasi Kelistrikan di Distrik Sumuri

4 July 2024 - 19:01 WIT

Borong Juara Lomba Lari 10K Kaimana, Pelari Manokwari Bawa Pulang 2 Motor

22 June 2024 - 19:15 WIT

Mengenal Keunikan Kampung di Fakfak Papua Barat

2 April 2024 - 21:06 WIT

Sejarah Kerajaan Islam di Fakfak Papua Barat

11 March 2024 - 21:58 WIT

Bupati Kaimana Teken NPHD Pengamanan Pilkada 2024 Rp5,05 Miliar

26 February 2024 - 23:56 WIT

Trending di KABAR PAPUA BARAT