Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

BISNIS · 7 Aug 2026 19:55 WIT

Atasi Keterbatasan Air Bersih, PLN Hadirkan Teknologi Desalinasi di Agats


					PT PLN (Persero) melalui program TJSL menyerahkan bantuan fasilitas teknologi desalinasi air bersih kepada Masjid Saiful Al-Bukhori, Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Papua Selatan. (Foto dok: PLN UIW Papua dan Papua Barat) Perbesar

PT PLN (Persero) melalui program TJSL menyerahkan bantuan fasilitas teknologi desalinasi air bersih kepada Masjid Saiful Al-Bukhori, Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Papua Selatan. (Foto dok: PLN UIW Papua dan Papua Barat)

KABARPAPUA.CO, Agats – PT PLN (Persero) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) menyalurkan bantuan fasilitas dan teknologi desalinasi air bersih untuk Masjid Saiful Al-Bukhori di Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Provinsi Papua Selatan.

Dalam siaran pers Manager Komunikasi dan TJSL PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Papua dan Papua Barat, Irfan Djabar dikatakan, mesin pengolahan berkapasitas produksi hingga 2.200 liter per hari ini mampu mengubah air payau atau air keruh menjadi air tawar yang jernih, tidak berbau dan tidak berasa.

“Langkah nyata ini dilakukan guna mengatasi keterbatasan air bersih yang dialami jamaah dan warga sekitar akibat kondisi geografis Agats yang didominasi rawa-rawa dan perairan payau,” jelas Irfan dalam siaran persnya ke media di Papua, Jumat, 7 Agustus 2026.

Menurut Irfan, sebelum adanya dukungan dari PLN, Masjid Saiful Al-Bukhori sejatinya telah memiliki sumur bor. Namun, kualitas air yang dihasilkan keruh, tidak nyaman untuk digunakan berwudu, dan belum layak untuk memenuhi kebutuhan harian.

“Imbasnya, pihak masjid harus mengeluarkan biaya ekstra untuk membeli air galon guna memenuhi kebutuhan minum jamaah, terutama saat kegiatan keagamaan berskala besar,” terang Irfan.

Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Saiful Al-Bukhori, Burhan Ar Rahman, menyampaikan rasa syukurnya atas solusi yang diberikan oleh PLN. Bantuan ini kini berdampak langsung pada sekitar 200 jiwa, termasuk jamaah, santri, dan warga sekitar.

“Alhamdulillah, dengan adanya bantuan mesin pengolahan air dari program TJSL PLN, air dari sumur bor yang sebelumnya belum layak diminum kini dapat diolah menjadi air yang bersih,” jelas Burhan.

Bantuan ini, kata Burhan, sangat mendukung kenyamanan jamaah dalam beribadah serta menekan biaya operasional masjid. “Kami berkomitmen untuk merawat dan mengoperasikan mesin ini dengan baik agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” katanya.

Sementara itu, masyarakat sekitar juga menghadapi tantangan yang sama. Warga sangat bergantung pada tadah air hujan untuk kebutuhan dasar harian. Ketika musim kemarau tiba, warga terpaksa mencari sumber air lain atau membeli air bersih dengan harga yang cukup tinggi.

Warga sekitar mengambil air hasil pengolahan mesin desalinasi bantuan TJSL PLN di Masjid Saiful Al-Bukhori, Agats. (Foto dok: PLN UIW Papua dan Papua Barat)

Ottouw G. Mirino (40), warga Kampung Baru, Distrik Agats, menceritakan perubahan signifikan setelah fasilitas pengolahan air ini beroperasi.

Ottouw mengungkapkan, sebelumnya warga hanya mengandalkan air hujan atau mengambil air dari masjid yang kualitasnya masih keruh, serta terpaksa berhemat dan membeli air mahal saat musim kemarau.

“Puji Tuhan, setelah ada mesin dari PLN, kami sekarang lebih mudah mendapatkan air bersih yang layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” kata Ottouw.

Menurut Ottouw, bantuan ini sangat membantu, terutama bagi anak-anak dan orang tua. Semoga program TJSL dari PLN terus berlanjut dan menjangkau wilayah lain yang masih kesulitan air.

Menanggapi keberhasilan implementasi program tersebut, General Manager PLN UIW Papua dan Papua Barat, Roberth Rumsaur menegaskan, bantuan ini merupakan wujud nyata kehadiran negara melalui PLN. Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, tidak hanya di sektor kelistrikan.

“PLN menyadari bahwa akses air bersih adalah kebutuhan dasar yang sangat krusial, terlebih di wilayah dengan kondisi geografis yang menantang seperti Agats,” jelas Roberth.

Melalui program TJSL ini, kata Roberth, pihaknya berharap kehadiran teknologi desalinasi dapat meringankan beban ekonomi warga, meningkatkan taraf kesehatan, dan mendukung kenyamanan beribadah.

“Ini adalah komitmen nyata PLN dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam menjamin ketersediaan dan pengelolaan air bersih yang berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat,” pungkas Roberth.

Melalui fasilitas desalinasi berbasis keberlanjutan ini, PLN berharap sinergi dengan masyarakat Asmat dapat terus terjalin dengan baik. Program ini sekaligus diharapkan mampu menurunkan risiko timbulnya penyakit akibat krisis air di daerah terpencil. ***(Siaran Pers)

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Feskop Papua Ke-9 Tahun 2026, BI Dukung Pengembangan Ekonomi Lewat Pemberdayaan UMKM

7 August 2026 - 20:25 WIT

Distribusi Minyak Tanah ke Jayawijaya Kembali Normal

5 August 2026 - 21:29 WIT

PLN dan Pemkab Manokwari Perkuat Sinergi Pasokan Listrik Demi Pertumbuhan Ekonomi

5 August 2026 - 14:58 WIT

Sinergi Bank Indonesia dan TNI AL Wujudkan Kedaulatan Rupiah di Wilayah 3T Papua

4 August 2026 - 19:38 WIT

Wujud Kepedulian, PLN Salurkan Bantuan Logistik ke Panti Asuhan Kerahiman Sentani

4 August 2026 - 18:10 WIT

Wujudkan Operasional Hijau, PLN IP UBP Holtekamp Gelar Uji Emisi Kendaraan

3 August 2026 - 14:42 WIT

Trending di BISNIS