Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR KEPULAUAN YAPEN · 29 Dec 2025 21:31 WIT

Hari Kelima Tragedi Tanjung Andei Yapen, Helikopter Super Puma dan KRI Panah Dikerahkan


					Helikopter Super Puma yang terlibat dalam pencarian korban Tragedi Tanjung Andei Yapen. Foto: Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Biak Perbesar

Helikopter Super Puma yang terlibat dalam pencarian korban Tragedi Tanjung Andei Yapen. Foto: Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Biak

KABARPAPUA.CO, Serui– Upaya pencarian korban kecelakaan Speed Boat Fiber 40 PK di perairan Tanjung Andei Kabupaten Kepulauan Yapen memasuki fase krusial. 

Senin, 29 Desember 2025 adalah hari kelima pencarian. Tim SAR gabungan mengerahkan kekuatan penuh dengan melibatkan 185 personel dan memperluas area penyisiran hingga 600 mil laut persegi.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Biak, Kundori menyampaikan strategi pencarian dibagi menjadi dua sektor utama, yakni udara dan laut, guna memaksimalkan pantauan visual.

Kolaborasi Udara dan Laut

Operasi hari ini melibatkan alutsista canggih dari berbagai matra. Di udara, Helikopter Super Puma milik TNI AU menyisir area seluas 250 mil laut persegi menggunakan metode parallel search pattern. Pantauan udara ini menjadi tumpukan harapan untuk menemukan tanda-tanda korban di area yang sulit dijangkau kapal.

Sementara itu, di permukaan laut, kekuatan besar dikerahkan untuk menyapu area seluas 350 mil laut persegi. Armada yang terlibat meliputi KRI Panah-626 milik Guskamla Koarmada III Biak dan KN SAR Wibisana dan unit Rigid Buoyancy Boat (RBB) milik Basarnas.

Lalu terdapat juga Drone Thermal untuk mendeteksi suhu tubuh di permukaan air, sebanyak 15 unit perahu motor milik masyarakat lokal yang mengenal medan perairan setempat ikut melakukan pencarian.

Penyelam Disiagakan

Sebagai langkah antisipasi jika ditemukan titik terang di bawah air, tim gabungan telah menyiagakan enam penyelam ahli yang terdiri dari personel Basarnas dan Yonko 468 Kopasgat.

“Kami memaksimalkan koordinasi antara tim permukaan dan tim udara. Fokus kami adalah menyisir zona-zona yang menurut analisis SAR Map menjadi titik kemungkinan korban terbawa arus dan angin,” ujar Kundori saat memimpin koordinasi di lapangan.

Operasi ini menjadi bukti solidaritas yang kuat di Papua. Selain TNI, Polri, dan instansi pemerintah, warga dari Kampung Dawai, Andei, Waindu, Kurudu, hingga Bromsi turut terjun langsung membantu pencarian. Relawan dari RAPI dan pihak keluarga juga terus memantau sepanjang garis pantai.

Hingga berita ini diturunkan, tim masih bekerja keras di lapangan melawan arus dan cuaca demi menemukan para penumpang speed boat nahas yang membawa 21 orang tersebut. *** (Ainun Faathirjal)

Artikel ini telah dibaca 485 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Polsek Sota Dampingi Petani hingga Panen Jagung di Ujung Timur Indonesia

15 January 2026 - 10:54 WIT

Pendeta Ito Jigibalom Dukung Pembangunan Damai di Papua Pegunungan

15 January 2026 - 10:18 WIT

Tokoh Adat: Sinergi Masyarakat dan Pemerintah Kunci Utama Pembangunan di Lanny Jaya

15 January 2026 - 07:16 WIT

Ketua LMA Jayawijaya Apresiasi Kunjungan Wakil Presiden RI di Wamena

14 January 2026 - 21:56 WIT

SAR Asmat Cari Pria 50 Tahun yang Hilang Saat Perahu Tenggelam di Muara Kali Asue

14 January 2026 - 17:52 WIT

Kepala Suku Besar Puncak Apresiasi Kunjungan Wapres Gibran ke Papua

14 January 2026 - 17:44 WIT

Trending di PERISTIWA