Menu ✖

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR KEPULAUAN YAPEN · 13 Nov 2025 18:13 WIT

Harga Beras di Yapen Melonjak


					Ilustrasi beras. Foto: Net Perbesar

Ilustrasi beras. Foto: Net

KABARPAPUA.CO, Serui– Harga beras di Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen melonjak tajam. bahkan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras premium mencapai Rp20 ribu per kilogram.

Hal ini diketahui setelah ada pemantauan dari Satgas Pangan Polres Kepulauan Yapen bersama Dinas Ketahanan Pangan, Disperindag, dan Bulog Serui.

Kepala Cabang Bulog Serui, Firmansyah menjelaskan, ketentuan pemerintah, HET beras premium ditetapkan Rp15.800 per kilogram. Namun dari pemantauannya, HET di Serui lebih tinggi.

“Kisaran HET beras premium di Serui saat ini mencapai Rp18 ribu hingga Rp20 ribu per kilogram,” katanya, Kamis 13 November 2025.

Firmansyah menjelaskan harga beras dari sentra produsen di Jawa dan Sulawesi sudah mendekati HET. Namun, setelah memperhitungkan biaya angkut dan bongkar muat menuju Serui, harga jual di tingkat distributor masih berada di kisaran Rp15 ribuhingga Rp16.200 per kilogram dan selisih harga yang tinggi kemungkinan terjadi di tingkat pengecer.

“Masalahnya ada di pengecer yang mengambil margin terlalu besar, sehingga harga di lapangan bisa mencapai Rp18 ribu hingga Rp19 ribu per kilogram,” jelasnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kepulauan Yapen, Jeffry Max Boy Manderi bersama Kepala Cabang Bulog Serui, Firmansyah. Foto: Ainun Faathirjal/KabarPapua.co

Menindaklanjuti hal ini, Satgas Pangan akan melakukan pembinaan dan penertiban kepada pengecer agar tidak menjual beras melebihi harga wajar dan mengusulkan agar Satgas Pangan di Yapen dapat berkoordinasi dengan Satgas Pangan Sulawesi Selatan dan Jawa untuk mengecek langsung ke pabrik agar harga bisa ditekan.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kepulauan Yapen, Jeffry Max Boy Manderi mengatakan pemerintah daerah akan mencari solusi untuk menekan biaya distribusi. Salah satu upaya yang tengah dikaji adalah pemanfaatan fasilitas Tol Laut.

Sesuai regulasi Badan Pangan Nasional Nomor 299 Tahun 2025, harga beras medium ditetapkan sebesar Rp15.500 dan premium Rp15.800 per kilogram, sedangkan harga beras SPHP berada di Rp13.500. Namun, di Yapen harga sudah bergerak hingga Rp19.000.

“Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), kami berusaha menstabilkan harga agar masyarakat tetap dapat menjangkau kebutuhan pokok tanpa beban tambahan,” katanya. *** (Ainun Faathirjal)

Artikel ini telah dibaca 137 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Pemkab Kepulauan Yapen Perkuat Tata Kelola Alat Kontrasepsi dan Mutu Pelayanan KB

29 October 2026 - 10:24 WIT

Wabup Kepulauan Yapen Buka Aksi Konvergensi 5 Percepatan Penurunan Stunting 2026

28 October 2026 - 21:23 WIT

Reses di Kepulauan Yapen, Tonny Tesar Dorong Pembangunan Gereja dan Jalan

27 October 2026 - 20:51 WIT

Kontingen Pesparani Katolik Kepulauan Yapen Tiba di Biak Numfor Siap Tampil Maksimal

27 October 2026 - 11:34 WIT

Ribuan Warga Serui Ramaikan Acara Kosong Tujuh Fun Run 2026 dan Hiburan Rakyat

19 October 2026 - 12:42 WIT

Ikatan Alumni SMAN 1 Serui 2007 Sukses Gelar Fun Run Rangkaian Dua Dekade

19 October 2026 - 11:35 WIT

Trending di KABAR KEPULAUAN YAPEN