KABARPAPUA.CO, Jakarta – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Puncak terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat, guna mengakselerasi kemajuan sektor pendidikan di daerah.
Wakil Bupati (Wabup) Puncak, Naftali Akawal yang mewakili Bupati Puncak Elvis Tabuni melakukan pertemuan strategis dengan jajaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Dalam pertemuan itu, tim dari Pemkab Puncak diterima langsung Direktur Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kemendikdasmen, Maulani Mega Hapsari di Jakarta, Rabu, 1 Juli 2026.
Wabup Puncak Naftali Akawal hadir didampingi sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Punya, diantaranya Kepala Dinas Pendidikan Puncak Isak Wakerkwa, dan Kepala Bappeda Puncak Daniel Wanma.
Juga Kepala BPKAD Puncak Ferdinand Helan, Inspektur Fabianus Ado, Kadiskominfo Puncak Ricky Siwy, Kadis Sosial Puncak Aser Tabuni, serta anggota Komisi III DPRK Puncak yang membidangi pendidikan.
Dalam paparannya, Naftali menekankan pentingnya kolaborasi intensif antara daerah dan pusat. Mengingat Kabupaten Puncak termasuk dalam kategori daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal), wilayah ini menghadapi tantangan geografis dan keamanan yang cukup berat.
“Sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Puncak masih sangat minim. Banyak gedung sekolah yang rusak, tidak layak, serta rumah guru yang terbatas,” jelas Naftali.

Selain itu, kata Naftali, terdapat sekolah yang terpaksa berhenti beroperasi karena faktor keamanan. “Kondisi ini menuntut perhatian khusus dan dukungan serius dari pemerintah pusat,” katanya.
Menanggapi proposal tersebut, kata Naftali, pihak Kemendikdasmen memberikan dukungan penuh atas rencana pembangunan sarana pendidikan di Kabupaten Puncak.
Namun, terdapat satu syarat krusial yang harus dipenuhi oleh pemerintah daerah Pemkab Puncak, yakni penyediaan lahan yang legal dan telah melalui proses pelepasan hak ulayat.
“Pihak kementerian sangat siap membangun sekolah-sekolah di Kabupaten Puncak. Hal utama yang ditekankan, kesiapan lahan yang sudah memiliki pelepasan adat secara sah. Hal ini akan segera kami koordinasikan dengan bapak bupati agar prosesnya dapat berjalan lancar,” jelas Naftali.
Direktur SMP Kemendikdasmen Maulani Mega Hapsari, menyambut positif usulan Pemkab Puncak dan memastikan bahwa proposal tersebut akan segera ditindaklanjuti.
“Presiden telah menetapkan pembangunan di daerah 3T sebagai prioritas utama. Pemerintah saat ini memberikan perhatian yang serius dan khusus bagi wilayah-wilayah tersebut untuk memastikan akses pendidikan yang merata,” terangnya.
Naftali menambahkan, langkah proaktif ini merupakan komitmen nyata Pemkab Puncak dalam “menjemput bola”. Meski daerah telah berupaya melakukan efisiensi anggaran, dukungan penuh dari pemerintah pusat, baik dari Kemendikdasmen maupun pemerintah provinsi, dinilai sangat krusial demi peningkatan kualitas pendidikan dan masa depan generasi muda di Kabupaten Puncak.***(Diskominfo Puncak)


















