KABARPAPUA.CO. Kota Jayapura– Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo menjadi salah satu narasumber pada Diskusi Publik dengan tema: “Proyek Strategis Nasional dan Upaya Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat” yang dilaksanakan oleh Dewan Pimpinan Pusat Barisan Merah Putih Provinsi Papua di Kantor Gubernur Papua, Sabtu 30 Mei 2026.
Apolo menilai diskusi yang dilakukan ini menjadi momentum penting untuk mengedukasi masyarakat sekaligus meluruskan berbagai isu yang berkembang.
”Seminar ini sangat bagus untuk kita mengklarifikasi isu-isu yang berkembang di masyarakat melalui berbagai media, baik media cetak, elektronik, maupun media sosial,” katanya, saat bertemu dengan wartawan usai diskusi tersebut.Selatan
Diskusi ini juga diyakini menjadi wadah yang baik bagi pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota untuk menjelaskan dan mengedukasi masyarakat mengenai program-program pembangunan strategis yang sedang berjalan di Tanah Papua.
Apolo merespons berbagai masukan dari para mahasiswa, khususnya mengenai masa depan pembangunan di Provinsi Papua Selatan. “Aspirasi ini sangat faktual dan akan menjadi bahan evaluasi penting untuk merumuskan kebijakan selanjutnya,” katanya.
Salah satu poin krusial yang dibahas usai diskusi adalah mengenai penyerapan tenaga kerja. Saat ini, tercatat sudah ada 3.500 tenaga kerja yang direkrut oleh perusahaan terkait. Angka ini diproyeksikan akan terus melonjak tajam seiring dengan dimulainya fase produksi tahun depan.
“Puncak kebutuhan tenaga kerja pada saat operasional mencapai titik maksimum di tahun 2029, dibutuhkan sekitar 15 ribu tenaga kerja,” kata Apolo.
Pembangunan pabrik dalam Proyek Stategis Nasional (PSN) di Papua Selatan saat ini sedang dibangun 4 pabrik tebu yang ditargetkan selesai pada Desember 2026 dan produksi pertama dijadwalkan tahun 2027.
“Kami sudah berkoordinasi dengan perusahaan dan pelaksana proyek agar berkomitmen memprioritaskan masyarakat lokal dalam tenaga kerja,” katanya. *** (Katharina)


















