Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

BISNIS · 24 Jun 2026 11:42 WIT

Dukung Transisi Energi di Papua, PLN Perkuat Ekosistem EV Melalui Layanan Home Charging Services


					Aktivitas pengisian daya mobil listrik menggunakan perangkat Home Charging di garasi pelanggan. (Foto dok: PLN) Perbesar

Aktivitas pengisian daya mobil listrik menggunakan perangkat Home Charging di garasi pelanggan. (Foto dok: PLN)

KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura – PT PLN (Persero) terus mempercepat transisi energi bersih di tanah Papua melalui penguatan ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV).

Salah satu fondasi utamanya adalah layanan pengisian daya kendaraan listrik di rumah (home charging), yang kini hadir sebagai solusi strategis mendukung gaya hidup elektrifikasi (electrifying lifestyle) yang praktis, personal, dan efisien bagi masyarakat modern.

Dalam pernyataan tertulisnya ke media, Selasa, 23 Juni 2026, General Manager PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat (UIW P2B), Roberth Rumsaur mengatakan, kesadaran masyarakat Papua untuk beralih ke kendaraan ramah lingkungan terus menunjukkan tren positif. 

“Memasuki pertengahan tahun 2026, tercatat sudah ada 47 pelanggan di Papua yang secara resmi memanfaatkan layanan Home Charging Services dari PLN. Angka ini menandai awal dari transformasi kemandirian energi di sektor transportasi pribadi maupun publik di Papua,” terang Roberth.

Roberth juga mengungkapkan, Home Charging Services memberikan fleksibilitas dan kenyamanan maksimal bagi pemilik kendaraan listrik. Masyarakat kini memiliki kendali penuh atas pengisian daya kendaraan mereka tanpa perlu meluangkan waktu khusus ke stasiun pengisian umum.

“Kehadiran 47 pelanggan pionir Home Charging Services di Papua pada tahun 2026 ini menjadi bukti nyata bahwa electrifying lifestyle semakin diminati dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Pengisian daya, kata Roberth, kini menjadi sangat mudah dan personal karena dapat dilakukan di garasi rumah sendiri pada malam hari saat pemiliknya sedang beristirahat, sehingga kendaraan selalu siap digunakan dalam kondisi optimal setiap pagi.

Pengalaman kemudahan tersebut turut dirasakan George Valentino, salah satu pelanggan yang telah memanfaatkan layanan Home Charging Services. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya fasilitas pengisian daya mandiri ini.

“Menggunakan home charging itu jauh lebih enak karena kendaraan yang sedang di-charge bisa langsung ditinggal di rumah. Ini tentunya sangat hemat waktu dan jauh lebih praktis untuk mendukung rutinitas sehari-hari,” tutur George.

Seorang pelanggan PLN di Papua menggunakan handphone-nya untuk mengatur pengisian daya kendaraan listrik melalui perangkat Home Charging di rumahnya. (Foto dok: PLN)

Menurut Roberth, untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik ini, PLN menghadirkan berbagai insentif menarik bagi pelanggan. Salah satunya adalah diskon tarif listrik sebesar 30 persen untuk pengisian daya kendaraan listrik (charging) yang dilakukan pada pukul 22.00 hingga 05.00 WIT. 

Selain itu, kata Roberth, PLN juga memberikan potongan harga sebesar 50 persen untuk biaya pasang baru maupun tambah daya bagi pelanggan yang ingin memasang home charging services. Seluruh promo ini berlaku hingga 30 Juni 2026.

“Kami ingin memastikan transisi ini berjalan tanpa hambatan. Lewat potongan biaya pasang baru dan diskon tambah daya, serta diskon tarif malam hari, kami ingin menunjukkan bahwa menggunakan kendaraan listrik itu tidak hanya keren dan ramah lingkungan, tetapi juga sangat hemat secara ekonomi,” tambah Roberth.

Menurut Roberth, langkah ini juga sejalan dengan komitmen PLN dalam mendukung pembangunan ekonomi hijau (green economy). Penggunaan kendaraan listrik yang diisi dari rumah berkontribusi langsung pada pengurangan emisi karbon, membantu menjaga kelestarian alam Papua yang masih asri.

Meski fokus mendorong pengisian daya mandiri dari rumah untuk kemudahan harian pelanggan, PLN UIW P2B tetap agresif memperkuat infrastruktur pendukung di ruang publik. 

“Hingga Mei 2026, PLN bersama mitra telah menyediakan 37 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar strategis di berbagai titik di tanah Papua,” terang Roberth.

Kombinasi antara kenyamanan home charging di rumah dan kesiapan jaringan SPKLU di jalur publik diharapkan mampu mempercepat terciptanya ekosistem transportasi yang bersih.

“PLN berkomitmen terus berinovasi menghadirkan infrastruktur kelistrikan yang andal, demi masa depan Papua yang lebih hijau dan berkelanjutan,” katanya. ***(Siaran Pers)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Cukup 1 Menit, PLN Ajak Masyarakat Papua Nilai Layanan Kelistrikan di Polling Danantara CX100

24 June 2026 - 12:04 WIT

PLN Ajak Pelanggan di Papua Manfaatkan Fitur SwaCAM

24 June 2026 - 11:19 WIT

Pertamina Berkah Salurkan Santunan untuk 5 Panti Asuhan di Jayapura

24 June 2026 - 10:49 WIT

BPS RI Resmi Mencanangkan Sensus Ekonomi 2026 di Papua

23 June 2026 - 13:27 WIT

Tingkatkan Kualitas Layanan, PLN UIW Papua dan Papua Barat Terapkan Standar PS4

23 June 2026 - 13:03 WIT

Tingkatkan Keandalan Layanan, Pegawai PLN Ikuti Pelatihan dan Sertifikasi Pilot Drone

22 June 2026 - 18:30 WIT

Trending di BISNIS