KABARPAPUA.CO, Serui – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kepulauan Yapen menindaklanjuti keluhan warga terkait bau tak sedap dari saluran drainase atau selokan di Jalan Stevanus Rumbewas, Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPLH) DLH Kabupaten Kepulauan Yapen, Mesita Tayus mengatakan, pihaknya telah turun melakukan pemantauan pada Senin, 14 September 2026, setelah menerima aduan warga pada Jumat, 11 September 2026.
“Hasil pemantauan sementara, menemukan adanya sisa lemak yang terbawa ke selokan atau saluran drainase. Kami juga temukan ada dua dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di sekitar lokasi, yang jadi perhatian pada pemeriksaan,” jelas Mesita, Kamis, 17 September 2026.
Namun menurut Mesita, DLH Kepulauan Yapen belum bisa memastikan sumber utama bau tak sedap, apakah berasal dari aktivitas dapur SPPG atau dari warga sekitar. “Sebab, saluran selokan atau drainase itu, juga digunakan sejumlah rumah warga sekitar lokasi,” katanya.

Selain itu, yang turut menjadi perhatian, kata Mesita, yakni kondisi drainase atau selokan yang tidak mengalir dengan baik selama musim kemarau saat ini.
“Air yang tergenang di sejumlah bagian saluran, dapat memicu munculnya bau tak sedap. Jadi perlu dilakukan pembersihan bersama, agar alirannya lancar. Sehingga bau tak sedap bisa hilang,” jelasnya.
Menurut Mesita, pihaknya juga telah lakukan konsultasi dengan pengelola dapur SPPG terkait sistem pengolahan air limbah atau Instalasi Pengelohan Air Limbah (IPAL) mereka.
“Berdasarkan hasil evaluasi sementara, DLH Kepulauan Yapen akan berikan masukan kepada pihak terkait mengenai sejumlah hal yang perlu dibenahi, termasuk kemungkinan perbaikan pada sistem IPAL,” ujar Mesita.
Mesita juga mengatakan, selain itu, DLH Kepulauan Yapen juga akan mencantumkan sejumlah solusi dan langkah pembenahan yang perlu dilakukan. ***(Ainun Faathirjal)




















