KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura – Universitas Muhammadiyah Papua (UM Papua) mencetak sejarah baru sebagai perguruan tinggi pertama di wilayah Papua, yang melahirkan lulusan Magister atau Program Pascasarjana (S2) Ilmu Komunikasi untuk pertama kalinya.
Hal itu dikatakan Kepala Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XIV Papua dan Papua Barat, Suriel Semuel Mofu saat memberikan sambutan di Sidang Terbuka Senat UM Papua Wisuda Sarjana Angkatan XXI dan Pascasarjana Ilmu Komunikasi, di Kota Jayapura, Papua, Selasa, 21 April 2026.
Sekadar diketahui, dalam sidang terbuka senat UM Papua kali ini, selain mengukuhkan 86 lulusan Program Sarjana (S1) angkatan XXI, tapi universitas yang dulunya bernama Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Muhammadiyah Jayapura itu, juga mewisuda 22 lulusan Program Magister atau Pascasarjana (S2) Ilmu Komunikasi.

Menurut Suriel, dirinya cukup bangga dan senang sebab orang di Papua tak perlu lagi harus keluar Papua untuk mendapatan pendidikan Magister Ilmu Komunikasi. “Kami di Papua sudah mempunyai UM Papua yang bisa melahirkan lulusan Pascasarjana Ilmu Komunikasi,” katanya.
Suriel yang dikenal aktif mendorong transformasi pendidikan tinggi, peningkatkan mutu dosen dan sinergi perguruan tinggi swasta di tanah Papua ini, juga menyampaikan, penyelenggaraan wisuda merupakan indikator penting sebuah perguruan tinggi berada dalam kondisi sehat dan berkualitas.
“Hal ini mencerminkan proses akademik berjalan baik hingga mahasiswa mampu menyelesaikan studinya sesuai standar ditetapkan,” katanya. Dia juga berpesan kepada para wisudawan agar senantiasa mendengarkan arahan dan menjunjung tinggi sikap taat.

PESAN KEPADA WISUDAWAN
Rektor UM Papua, Rustamadji yang hadir secara virtual, menyampaikan harapannya agar capaian akademik para lulusan membawa keberkahan, kebaikan, serta bermanfaat tidak hanya bagi diri sendiri tetapi juga bagi keluarga dan masyarakat luas.
Rustamadji yang resmi dilantik sebagi Rektor UM Papua untuk masa jabatan 2025-2027 pada 2 September 2025 ini, juga mengingatkan, para wisudawan kini menjadi bagian dari keluarga besar Muhammadiyah dan alumni Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) yang tersebar di seluruh Indonesia.
“Keberadaan PTM merupakan wujud nyata dakwah pencerahan Muhammadiyah. PTM hadir menebar kebaikan, termasuk di tanah Papua. Janji Allah, mereka yang menebar kebaikan adalah orang-orang beruntung, dan keberuntungan itu harus bersifat spektakuler, bukan biasa-biasa saja,” terangnya.

Rustamadji juga mengajak para lulusan tak hanya mengandalkan hard skill, tapi juga terus mengasah soft skill, terutama kecerdasan emosional dan kepekaan sosial. “Sebab kemampuan memahami dan menjawab kebutuhan orang lain menjadi bagian penting kepemimpinan dan pengabdian di tengah masyarakat Papua,” jelasnya.
Anggota Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Dikti Litbang) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah masa jabatan 2022-2027, Edwin Akib mengatakan, hingga saat ini terdapat 164 PTM di Indonesia, termasuk lima diantaranya berada di tanah Papua.
Edwin berpesan agar para wisudawan dari UM Papua saat ini untuk dapat mengabdikan dirinya bagi tanah Papua. “Anda harus tinggal membangun tanah ini dan tunjukkan alumni UM Papua bisa berkontribusi di tanahnya sendiri,” terangnya.

Edwin juga mendorong para alumni UM Papua untuk memaksimalkan potensi diri dengan menyeimbangkan kemampuan berpikir logis dan kreatif. Sebab hal itu penting membentuk pola pikir yang berkembang.
“Sehingga lulusan tak hanya cerdas secara akademik, tapi juga adaptif dan inovatif. Juga harus mampu hidup berdampingan dengan perkembangan teknologi dan memberikan kontribusi positif di tengah masyarakat,” jelas Edwin.
Sedangkan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Papua Setiyo Wahyudi yang hadir mewakili Gubernur Papua, mengatakan, wisuda ini merupakan bagian penting mencetak sumber daya manusia (SDM) yang berdaya saing dan berkarakter.
“Ini sejalan visi pemerintah Provinsi Papua, yaitu terwujudnya transformasi Papua cerdas, sejahtera, dan harmonis. Pendidikan fondasi utama mewujudkan visi itu. Sebab lewat pendidikan, lahir generasi yang mendorong perubahan dan kemajuan ekonomi di daerah,” jelas Setiyo.

WISUDAWAN NILAI TERTINGGI
Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Rektor UM Papua Nomor 129/II.3.AU/KEP/2026, dari 22 wisudawan Program Magister atau Pascasarjana (S2) Program Studi Ilmu Komunikasi UM Papua Tahun Akademik 2025-2026, ada 13 lulusan yang mendapatkan nilai tertinggi, yakni Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dari nilai 3,90 hingga nilai 4.
IPK tertinggi itu, diantaranya: Herdian Tobo (IPK 4), Sukariyanto (IPK 4), Muh. Arif (IPK 4), Paramitha Fajrin Nova (IPK 4), Hasrul (IPK 3,98), Muhammad Fuaddin (IPK 3,98), Muammar Katsir Nur (IPK 3,98), Syamsuddin Levi (IPK 3,96), Atira Maddu (IPK 3,96), Mauizhor Sahiri Rumaf (3,96), Istiani Parapak (IPK 3,94), Siti Badriah (IPK 3,94), dan Muhammad Yusran (3,91).

Sedangkan untuk IPK tertinggi lulusan Program Sarjana (S1) Angkatan XXI UM Papua Tahun Akademik 2025-2026, yakni Rizky Nurbarokah Tarmino dari Program Studi Ilmu Komputer (IPK 3,96), Rahman dari Program Studi Ilmu Komputer (IPK 3,92), dan Akiva Rabia dari Program Studi Psikologi (IPK 3,89).
Selain itu, empat wisudawan menerima penghargaan lulusan terbaik non-akademik atas dedikasi dalam organisasi dan olahraga, yakni Ester Bagau (Program Sarjana Studi Ilmu Komunikasi), Harris Richard Samuel Yoku (Program Sarjana Studi Hukum), Simon Walilo (Program Magister Ilmu Komunikasi), dan Everth Zacharias Joumilena (Program Magister Ilmu Komunikasi). ***(Katharina)


















