Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

RAGAM · 17 Apr 2026 20:21 WIT

Semarak Pesona Budaya Harmoni Nusantara di Nabire Cap Go Meh Festival 2026


					Berfoto bersama dalam kegiatan Nabire Cap Go Meh Festival 2026. (KabarPapua.co/Agies Pranoto) Perbesar

Berfoto bersama dalam kegiatan Nabire Cap Go Meh Festival 2026. (KabarPapua.co/Agies Pranoto)

KABARPAPUA.CO, Nabire – Nabire Cap Go Meh Festival 2026, resmi digelar di Nabire, Papua Tengah, Jumat, 17 April 2026. Festival Cap Go Meh Provinsi Papua Tengah tahun 2026 yang mengusung tema: “Pesona Budaya Harmoni Nusantara” ini, terlihat semarak.

Di momen yang sama, juga dilaksanakan pelantikan dan pengukuhan secara resmi pengurus Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah untuk periode 2023-2027.

Nabire Cap Go Meh Festival 2026 ini, merupakan puncak dari rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek di Papua Tengah. Acara ini menyedot antusiasme ribuan masyarakat di Nabire, yang memadati pusat perayaan yang digelar di Gedung KSK Bukit Meriam, Nabire, Papua Tengah. 

Dalam sambutan Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Administrasi Umum Papua Tengah, Viktor Fun yang mewakili Gubernur Papua Tengah menyampaikan, Festival Cap Go Meh bukan hanya sekadar perayaan bagi etnis Tionghoa, melainkan telah menjadi pesta rakyat yang mempererat tali persaudaraan antarumat beragama dan suku di Nabire. 

Keikutsertaan 82 UMKM menambah semarak pelaksanaan Nabire Cap Go Meh Festival 2026. (KabarPapua.co/Agies Pranoto)

“Kegiatan ini merupakan cerminan nyata dari kehidupan masyarakat kita di Papua Tengah, tanah yang dihuni oleh berbagai suku, agama, dan latar belakang budaya yang berbeda. Namun hidup dalam satu semangat persaudaraan,” jelas Viktor. 

Menurut Viktor, melalui momentum tersebut, bisa meneguhkan kembali nilai toleransi, saling menghormati, dan hidup berdampingan secara damai antar umat beragama dan antar suku di wilayah Provinsi Papua Tengah.

“Kami patut bangga, Papua Tengah mampu menjadi bagian dari wajah besar nusantara yang kaya akan keberagaman budayanya. Oleh karena itu, pelestarian budaya harus berjalan seiring dengan pembangunan daerah, agar kemajuan yang dicapai, tidak menghilangkan akar jati diri kita,” terang Viktor.

Nabire Cap Go Meh Festival 2026 ini menyuguhkan berbagai atraksi budaya yang memanjakan mata. Sebab selain atraksi Barongsai, juga adanya keikutsertaan 82 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang menjajakan produk unggulannya. Dari kerajinan tangan hingga kuliner, terlihat diserbu para pengunjung. ***(Agies Pranoto)

Artikel ini telah dibaca 58 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Alasan Kota Jayapura Jadi Salah Satu Wilayah Tujuan Promosi Wisata Malaysia

12 June 2026 - 15:15 WIT

Perkuat Promosi Visit Malaysia 2026 Lewat Malaysia Tourism Showcase B2B Roadshow

12 June 2026 - 13:03 WIT

Markus Marjunata Bantu Dana Perpisahan dan Penamatan TK Filadelfia Serui

30 May 2026 - 22:19 WIT

Kisah Sapi Roby dan Wujud Toleransi Beragama di Pemukiman Abepantai Kota Jayapura

26 May 2026 - 16:10 WIT

Perayaan HUT ke-41 GPI Papua: Gereja Teguh, Umat Tangguh

25 May 2026 - 23:43 WIT

Dihadiri Uskup Jayapura, Umat Jawa Katolik Rayakan Pentakosta: Merantau Tanpa Kehilangan Jati Diri

25 May 2026 - 22:14 WIT

Trending di RAGAM