KABARPAPUA.CO, Serui– Bupati Kepulauan Yapen Benyamin Arisoy melantik pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), Tim Pembina Posyandu, serta Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Kabupaten Kepulauan Yapen untuk masa bakti 2025-2030, pada Sabtu 14 Maret 2026.
Dalam pelantikan tersebut, Dina Laura Rumbiak Arisoy dipercaya menjabat sebagai Ketua Umum Dekranasda, sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu dan Bunda PAUD Kabupaten Kepulauan Yapen.
Pada struktur Dekranasda, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan menjabat sebagai Ketua Harian, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) sebagai Wakil Ketua, serta Kepala Bidang Perindustrian sebagai Sekretaris.
Selain itu, Bupati juga melantik Tim Pembina Posyandu dengan komposisi penasehat Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Yapen, Ketua Dina Laura Rumbiak Arisoy, Wakil Ketua I Kepala DPMK, Wakil Ketua II Kepala Baperida, Sekretaris Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan Dinas P3AKB, serta Mustika sebagai Bendahara.
Pada kesempatan yang sama turut dilantik Pokja Bunda PAUD Kabupaten Kepulauan Yapen, dengan susunan Pembina Bupati dan Wakil Bupati, Pengarah Sekretaris Daerah, Penanggung jawab Kepala Dinas Pendidikan, Ketua Harian Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Masyarakat, Sekretaris Haryati Suryani dan Nonce Senen, serta Bendahara Yormina Worabay.
Bupati Kepulauan Yapen Benyamin Arisoy menyampaikan Dekranasda memiliki peran strategis dalam membina, mengembangkan, serta mempromosikan kerajinan daerah. Dia mengajak seluruh pengurus untuk membangun kerja sama dengan pelaku UMKM, organisasi perangkat daerah (OPD), perbankan, serta berbagai pihak terkait, sehingga pengembangan usaha kerajinan masyarakat dapat semakin maju dan memiliki daya saing.
Ia berharap seluruh pimpinan OPD dapat menjalin koordinasi yang baik dengan pengurus organisasi yang baru dilantik, sehingga berbagai program yang berkaitan dengan UMKM, Posyandu, dan PAUD dapat berjalan secara terintegrasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Kepulauan Yapen.
Sementara itu, Dina menjelaskan penunjukan istri kepala daerah sebagai ketua organisasi seperti Dekranasda, Posyandu, dan Bunda PAUD merupakan amanat pemerintah pusat agar koordinasi program pembinaan masyarakat dapat berjalan lebih efektif.
Ia menyoroti potensi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Kepulauan Yapen yang cukup besar, namun masih menghadapi berbagai kendala, terutama dalam hal inovasi dan dukungan dari berbagai pihak.
“Karena itu kami berharap pemerintah daerah bersama sektor swasta dapat bersinergi untuk mendorong pengembangan UMKM sehingga mampu meningkatkan perekonomian keluarga,” ujarnya.
Ia juga mengusulkan agar pemerintah daerah menyiapkan galeri khusus UMKM sebagai wadah untuk memasarkan produk kerajinan lokal sekaligus mempromosikan potensi daerah.
Terkait pelayanan kesehatan masyarakat, Dina mengungkapkan bahwa di Kabupaten Kepulauan Yapen terdapat 165 Posyandu, namun hanya empat posyandu yang memiliki gedung sendiri. Ia berharap pemerintah daerah dapat menyediakan bangunan posyandu di kampung-kampung agar pelayanan kesehatan bagi ibu, anak, remaja hingga lansia dapat berjalan lebih optimal.
Sementara di bidang pendidikan, ia menegaskan bahwa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memiliki peran penting dalam membentuk perkembangan intelektual dan karakter anak usia 3 hingga 6 tahun. Karena itu, ia mendorong agar setiap kampung memiliki layanan PAUD yang berkualitas.
Dina bilang, para pengurus organisasi yang baru dilantik tidak menerima gaji, melainkan menjalankan tugas sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. *** (Ainun Faathirjal)


















