Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

BISNIS · 22 Apr 2026 20:10 WIT

Bahan Baku Mahal, Harga Tahu di Serui Naik


					Tahu produksi UD. Sumber Gizi Serui, Kepulauan Yapen, Papua. (KabarPapua.co/Ainun Faathirjal) Perbesar

Tahu produksi UD. Sumber Gizi Serui, Kepulauan Yapen, Papua. (KabarPapua.co/Ainun Faathirjal)

KABARPAPUA.CO, Serui – Kenaikan harga bahan baku utama, terutama kedelai dan cuka, memaksa pengrajin tahu di Serui, Kepulauan Yapen menaikkan harga jual. Penyesuaian harga ini mulai berlaku sejak 20 April 2026.

Salah satu karyawan Pabrik Tahu Sumber Gizi Serui, Winda, mengatakan, lonjakan harga bahan baku menjadi penyebab utama penyesuaian harga tersebut.

Winda menyebutkan, harga kedelai yang sebelumnya Rp15 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp20 ribu per kilogram. 

“Selain itu, harga cuka sebagai bahan utama juga mengalami kenaikan signifikan,” katanya, saat ditemui, Rabu, 22 April 2026.

Sebelum memutuskan menaikkan harga jual tahu produknya, kata Winda, pihaknya sempat mempertimbangkan beberapa opsi. 

“Awalnya kami mempertimbangkan menaikkan harga atau mengurangi ukuran tahu. Namun akhirnya diputuskan harga per kotak naik dari Rp12 ribu menjadi Rp13 ribu,” ujarnya.

Tak hanya kedelai dan cuka, kata Winda, kenaikan harga juga terjadi pada bahan pendukung seperti plastik kemasan. “Kondisi ini turut menambah beban biaya produksi yang harus ditanggung pengrajin tahu,” katanya.

Namun Winda mengaku hingga saat ini belum ada keluhan signifikan dari masyarakat terkait kenaikan harga tersebut. Menurutnya, konsumen masih dapat memahami kondisi yang terjadi karena dipicu naiknya harga bahan baku.

Diketahui, harga cuka yang sebelumnya Rp850 ribu per jerigen ukuran 20 liter, kini naik menjadi Rp1,2 juta per jerigen. 

Kenaikan dua bahan utama, kedelai dan cuka ini berdampak langsung pada biaya produksi, sehingga pengrajin tahu tidak memiliki banyak pilihan selain menyesuaikan harga jual. ***(Ainun Faathirjal)

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

BI: Partisipasi Responden Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Papua Selatan

22 April 2026 - 22:31 WIT

Pastikan Pasokan Terjaga, Komisaris Pertamina Cek Distribusi BBM dan LPG di Sorong

22 April 2026 - 17:29 WIT

Cara Bulog Papua Ajak Pelajar Melek Pangan

22 April 2026 - 14:32 WIT

Karya UMKM Binaan Pertamina Patra Niaga Jadi Primadona SALAM FEST di Kota Ambon

22 April 2026 - 14:25 WIT

RUPST CIMB Niaga Setujui Laporan Tahunan

20 April 2026 - 23:00 WIT

Cara Seru Hotel Suni Sentani Kenalkan Sosok Kartini Lewat Cat Warna dan Catwalk

20 April 2026 - 18:33 WIT

Trending di BISNIS