Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

PERISTIWA · 16 Nov 2025 23:13 WIT

Ayah Angkat Terduga Rudapaksa di Sorong Masih Berkeliaran 


					Ilustrasi kekerasan. Foto: Net Perbesar

Ilustrasi kekerasan. Foto: Net

KABARPAPUA.CO, Sorong– Seorang ayah angkat berinisial A, 59 tahun di Sorong, terduga pelaku rudapaksa kepada anak angkatnya N, 11 tahun masih berkeliaran di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya. 

N menjadi korban rudapaksa yang diduga dilakukan oleh A sejak 2023 atau tepatnya sejak N duduk di bangku kelas 3 SD. 

Pendamping Hukum korban, Agustinus Jehamin, menyatakan bahwa proses penanganan kasus ini belum memberikan rasa keadilan bagi korban. Meski berkas perkara telah ditangani Unit PPA Satreskrim Polresta Sorong Kota, pelaku hingga kini belum ditahan.

“Kami mempertanyakan kenapa belum adanya penahanan terhadap tersangka. Mereka beralasan pelaku masih kooperatif dan rutin melapor tiga kali seminggu,” ujar Agustinus, Jumat 14 November 2025.

Agustinus menilai bahwa kasus dengan ancaman pidana berat seharusnya menempatkan penahanan sebagai prioritas. Ia juga mengungkapkan bahwa korban masih mengalami trauma setelah sempat melihat pelaku berkeliaran bebas di Kota Sorong.

Selain itu, ia menyayangkan adanya pertanyaan tidak pantas yang diterima korban saat diwawancarai jaksa, yang dinilai tidak mencerminkan keberpihakan pada korban anak.

Kasus ini terungkap setelah korban memberanikan diri bercerita kepada teman sekolahnya pada 2025. Pengakuan tersebut kemudian sampai ke guru, dan laporan resmi dibuat oleh UPTD PPA Polresta Sorong Kota.

Kanit PPA Satreskrim Polresta Sorong Kota, Ipda Eka Tri Lestari Abusama, membenarkan berkas perkara telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Sorong. Berkas sempat dikembalikan dengan petunjuk P19, namun seluruh kekurangan telah dilengkapi penyidik dan kini berkas sudah kembali berada di Kejaksaan untuk penelitian akhir sembari menunggu status P21.

Di sisi lain, Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Papua Barat Daya mengecam keras lambatnya penahanan pelaku. Ketua FJPI PBD, Fauzia, mendesak aparat segera menangkap pelaku demi melindungi korban yang kini mengalami trauma berat.

“Kami meminta pelaku segera diproses hukum dan Komnas Perlindungan Perempuan dan Anak ikut mengawal kasus ini,” tegas Fauzia, Sabtu 15 November 2025.

Hingga kini keluarga angkat korban disebut tidak memberikan dukungan yang cukup dalam proses hukum, sementara kondisi psikologis korban terus menurun akibat tekanan mental dan ketakutannya.

Pendamping hukum korban berharap proses pelimpahan tahap dua segera tuntas sehingga perkara bisa segera disidangkan dan korban mendapatkan perlindungan serta keadilan yang semestinya. *** (Katharina) 

Artikel ini telah dibaca 60 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Perkuat Pengawasan Laut, UPP Serui Uji Coba Kapal Patroli Baru RHAB 027 

8 December 2025 - 18:48 WIT

Ajakan Kepala Suku Tertua Jayawijaya Jelang Hari HAM dan HUT Melanesia

8 December 2025 - 08:11 WIT

Pesan Asosiasi Sentani Bersatu Sejahtera Jelang Hari HAM Sedunia

7 December 2025 - 15:58 WIT

Jelang Hari HAM Sedunia, Kepala Distrik Bibida Ajak Warga Paniai Jaga Kedamaian

7 December 2025 - 14:07 WIT

Ajakan Ketua Presidium Pemuda Papua Wilayah Tabi Jelang Hari HAM

6 December 2025 - 16:11 WIT

YW Kembalikan Uang PON Rp5 Miliar, Kejati Papua: Pengembalian Dana Tak Hapus Pidana

6 December 2025 - 12:41 WIT

Trending di PERISTIWA