Menu ✖

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

PERISTIWA · 3 Jun 2026 18:18 WIT

Saat Polwan Kembalikan Senyum Anak-anak Pascaledakan Bom di Biak


					Pemulihan trauma pascaledakan di Biak Numfor. Foto: Humas Polda Papua Perbesar

Pemulihan trauma pascaledakan di Biak Numfor. Foto: Humas Polda Papua

KABARPAPUA.CO, Biak– Gemuruh runtuhan dan ingatan akan ledakan  bom di kawasan pemukiman nelayan, Kompleks Perikanan Biak Numfor yang terjadi pada Minggu sore 31 Mei 2026 lalu, bukanlah hal yang mudah untuk diseka dari ingatan. Ketakutan itu nyata, terutama di mata anak-anak yang kini menjadi lebih pendiam, atau mendadak tegang setiap kali mendengar suara keras.

Namun, pada Selasa siang 2 Juni 2026, trauma itu perlahan mencair. Kehadiran para Polwan dari Polres Biak Numfor membawa warna baru di tengah suasana yang sempat abu-abu.

Para personel kepolisian ini datang dengan senyuman hangat, membawa tumpukan mainan, dan hati yang siap mendengarkan. Mereka adalah Tim Trauma Healing, garda depan Polri yang bertugas menyembuhkan luka yang tak kasat mata yakni trauma psikologis.

Pemulihan trauma pascaledakan di Biak Numfor. Foto: Humas Polda Papua

Pendekatan humanis inilah yang menjadi kunci. Tim Trauma Healing tidak datang untuk menginterogasi, melainkan untuk menemani. Mereka mengajak anak-anak bernyanyi, menggambar, dan berbagi cerita.

“Anak-anak yang sebelumnya terlihat takut dan cemas, perlahan mulai kembali tersenyum. Ada rasa aman yang beralih saat mereka menyadari bahwa mereka tidak sendirian di masa-masa sulit ini,” kata Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Terstiawan, melalui Wakapolres Kompol Jebelina Walli.

Pemulihan trauma pascaledakan di Biak Numfor. Foto: Humas Polda Papua

Tak hanya dukungan psikologis, uluran tangan berupa makanan ringan dan kebutuhan dasar juga dibagikan. Bagi warga, bantuan ini lebih dari sekadar pemenuh kebutuhan fisik.

“Memulihkan rasa aman warga adalah prioritas kemanusiaan yang tidak bisa ditawar. Kami ingin memastikan masyarakat, khususnya anak-anak yang mengalami trauma akibat kejadian ini, mendapatkan pendampingan psikologis yang memadai,” tutur Kompol Jebelina.

Menurutnya, pemulihan jiwa pasca-bencana membutuhkan waktu dan konsistensi. Oleh karena itu, Polres Biak Numfor berkomitmen untuk tidak sekadar datang lalu pergi.”Melalui kegiatan trauma healing ini, kami berharap mereka dapat kembali merasa aman, nyaman, dan perlahan pulih dari ketakutan. Kami akan terus melakukan pendampingan secara berkala sesuai kebutuhan di lapangan,” tambahnya. *** (Katharina/Rls)

Artikel ini telah dibaca 59 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

BMKG: Kebakaran Hutan di Mappi Butuh Perhatian Khusus

22 October 2026 - 09:50 WIT

Kasus PHK Alfamidi Sentani Berakhir Damai, Pekerja Terima Rp8,8 Juta

21 October 2026 - 10:19 WIT

Damianus Samin: Rasa Aman adalah Kunci Masa Depan Papua

18 October 2026 - 21:21 WIT

Satgas Damai Cartenz Bongkar Transaksi Gelap Amunisi KKB Intan Jaya

18 October 2026 - 21:08 WIT

Kapolda Papua Tengah: Polres Nabire dan Mimika Diusulkan Naik Status Menjadi Polresta

15 October 2026 - 17:14 WIT

Inilah Bentuk Kepedulian Kapolsek Makimi untuk Generasi Muda

15 October 2026 - 07:51 WIT

Trending di PERISTIWA