KABARPAPUA.CO, Wamena– Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jayawijaya melakukan pemantauan kondisi lingkungan, termasuk kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui tim dan peralatan yang tersedia.
Hasil pemantauan tersebut akan dilaporkan kepada Kementerian Lingkungan Hidup sebagai bahan evaluasi terhadap kondisi udara dan dampaknya bagi masyarakat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jayawijaya, dr. Idawati Murip, Sp.KJ ditemui di Sasana Wio Kantor Bupati Jayawijaya, Selasa 20 Oktober 2026 mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan, baik di kawasan perkebunan, hutan maupun di sekitar pemukiman karena dapat memperburuk kondisi kabut asap serta berdampak terhadap kesehatan dan aktivitas sehari-hari.
“Mari bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah aktivitas yang dapat memperburuk kondisi kabut asap di Kabupaten Jayawijaya,” katanya.
Menurutnya, pemantauan lingkungan akan terus dilakukan, termasuk di kawasan hutan, alam terbuka, dan lingkungan sekitar tempat tinggal masyarakat. DLH juga akan berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait untuk memperkuat upaya pencegahan dan menyampaikan imbauan kepada masyarakat.
Melalui berbagai program tersebut, Idawati berharap kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan semakin meningkat dan penghargaan nasional yang telah diraih dapat menjadi motivasi untuk mencapai hasil yang lebih baik pada masa mendatang.
Data dari BMKG Wilayah V Jayapura menyebutkan sebaran hotspot di Kabupaten Jayawijaya mencapai 71 titik, di antaranya tersebar di Asologaima, Bugi, Kurulu, Libarek, Musatfak, Piramid, Silo Karno Doga, Trikora, Usilimo, Wadangku, dan Wam. *** (Agris Wistrijaya)








