KABARPAPUA.CO, Wamena– Pemerintah Kabupaten Jayawijaya menyambut kedatangan DR. Peter Youngren di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Rabu 21 Oktober 2026.
Setibanya di Wamena, Peter Youngren langsung mengunjungi Kantor Bupati Jayawijaya untuk bersilaturahmi dengan jajaran pemerintah daerah dan tokoh masyarakat setempat.
Kedatangannya didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Jayawijaya, dr. Idawati Waromi Murip, dan disambut Plt. Sekretaris Daerah (Sekda) Jayawijaya, Drs. Tinggal Wusono, bersama para asisten Sekda, sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta para ketua organisasi masyarakat Islam di Kabupaten Jayawijaya.
“Kunjungan ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk mempererat hubungan kemanusiaan, memperkuat kebersamaan, serta mendukung pelaksanaan kegiatan keagamaan yang akan berlangsung selama beberapa hari ke depan,” kata Tinggal Wusono.
Pemerintah Kabupaten Jayawijaya berharap seluruh rangkaiandapat berjalan dengan aman, lancar, dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat.
“Masyarakat menunggu kehadiran Doktor. Harapannya, kegiatan berjalan dengan lancar dan baik, serta keterlibatan masyarakat cukup antusias,” ujarnya.
Sementara itu, Peter Youngren berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Jayawijaya dan tokoh agama atas sambutan hangat yang diberikan kepadanya. Ia mengaku memiliki kenangan indah selama berada di Papua dan mengungkapkan kecintaannya kepada masyarakat Papua yang telah terjalin sejak kunjungannya beberapa tahun lalu.

Pemerintah Kabupaten Jayawijaya menyambut kedatangan DR. Peter Youngren di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Rabu 21 Oktober 2026. Foto: Agris Wistrijaya/KabarPapua.co
“Sukacita besar bagi saya bisa berada di Kota Wamena. Saya sangat mengasihi orang Papua. Beberapa tahun lalu saya sudah berada di kota ini, dan saat itu saya diberi batik pertama oleh Gubernur Papua, Salosa, yang hingga saat ini selalu saya kenakan ke mana pun saya pergi,” kata Peter.
Ia menegaskan kasih Tuhan tidak mengenal perbedaan status sosial maupun tingkat pendidikan. Menurutnya, kasih Allah merupakan wujud kasih yang diberikan kepada seluruh umat manusia melalui Yesus Kristus.
Festival Persahabatan yang akan berlangsung Kamis 22 Oktober 2026 dapat menjadi momentum untuk memperkuat iman, menumbuhkan harapan, serta membawa pesan damai dan kasih bagi masyarakat di Kabupaten Jayawijaya.
“Kasih Allah tidak memiliki diskriminasi dan telah dinyatakan kepada kita melalui pengutusan Anak-Nya yang tunggal, Yesus Kristus. Saya percaya minggu ini akan menjadi perjalanan rohani yang luar biasa, iman akan bertumbuh setiap malam, dan terang akan bersinar bagi masyarakat di daerah ini,” tutupnya. *** (Agris Wistrijaya)








