Menu ✖

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR ASMAT · 14 Oct 2026 19:40 WIT

Bupati Asmat Thomas Safanpo Resmikan Gedung Ruang Bermain Ramah Anak di Agats


					Saat Bupati Asmat, Thomas Eppe Safanpo meresmikan Gedung RBRA. (KabarPapua.co/Abdel Syah) Perbesar

Saat Bupati Asmat, Thomas Eppe Safanpo meresmikan Gedung RBRA. (KabarPapua.co/Abdel Syah)

KABARPAPUA.CO, Asmat – Bupati Asmat, Thomas Eppe Safanpo didampingi Bunda PAUD Ny. Me Ing Thera Safanpo meresmikan Gedung Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) yang berlokasi di Lapangan Yos Sudarso Agats, Kabupaten Asmat, Papua Selatan, Rabu, 14 Oktober 2026.

Dalam Sambutannya, Bupati Thomas Eppe Safanpo mengatakan, anak merupakan titipan kehidupan penerus marga penjaga nilai adat dan harapan masa depan komunitas.

Menurut Thomas, sejak kecil anak-anak Asmat diajarkan hidup dalam kebersamaan. Nilai-nilai ini sejalan dengan semangat perlindungan dan pemenuhan hak yang menjadi tanggung jawab kita bersama.

“Anak bukan hanya milik keluarga, tetapi juga milik komunitas dan daerah. Oleh karena itu, penyediaan ruang yang aman dan layak bagi anak untuk bermain, belajar, dan berinteraksi adalah bagian dari tanggung jawab moral dan tanggung jawab sosial kita sebagai pemerintah dan masyarakat Asmat,” ujar Thomas.

Thomas menjelaskan, pembangunan ruang bermain ramah anak yang telah selesai dibangun pada tahun 2025 dan hari ini diresmikan, merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asmat dalam memenuhi hak anak serta mendukung kebijakan nasional, yaitu Kabupaten Asmat menuju Kabupaten Layak Anak.

Menurutnya, ruang bermain ramah anak ini dirancang sebagai ruang publik yang aman. Namun, kondisi geografis Kabupaten Asmat dengan wilayah perairan dan rawa yang memberikan tantangan tersendiri dalam penyediaan ruang publik.

Oleh karena itu, kata Thomas, kehadiran ruang bermain anak ini harus kita jaga dan kita rawat bersama agar benar-benar memberikan manfaat bagi anak-anak kita, termasuk anak-anak dengan kebutuhan khusus tanpa membedakan latar belakang apapun.

“Saya mengajak seluruh orang tua, tokoh adat, tokoh agama, guru, dan masyarakat untuk bersama-sama mengawasi, membimbing, dan melindungi anak-anak kita saat memanfaatkan ruang bermain ini,” jelas Thomas.

Thomas juga berharap, dengan kebersamaan dan kepedulian, ruang bermain anak ini akan menjadi ruang yang hidup, aman, dan berguna untuk anak-anak.

Ia juga berpesan kepada anak-anak yang hadir, manfaatkanlah ruang bermain anak ini dengan penuh tanggung jawab.

“Bermainlah dengan gembira, saling menghormati, tidak saling menyakiti, dan jadilah anak-anak yang sehat, cerdas, dan berkarakter, serta bangga akan jati diri,” katanya.

Ia menyebutkan, pengelolaan Gedung RBRA melibatkan tiga organisasi perangkat daerah (OPD), yakni Dinas Pendidikan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Menurut Thomas, fasilitas yang dibangun dengan biaya yang sangat mahal dan sebenarnya sangat bagus untuk membantu tumbuh kembang anak-anak.

“Dan fasilitas ini harus dijaga supaya bisa mendapatkan, bisa memberikan dampak dan manfaat bagi anak-anak kita, terutama anak-anak sekolah,” katanya.

“Dalam pengelolaannya kalau bisa, anak-anak yang mau bermain di sini, itu harus dibawah pendampingan guru dan orang tua,” ujarnya menambahkan.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Asmat, Sitti Maria A.F.Lefteuw menyampaikan, kegiatan Pembangunan Ruang Bermain Ramah Anak Kabupaten Asmat ini adalah sebagai Ruang Publik untuk meningkatkan interaksi sosial antar masyarakat yang berada dalam suatu kawasan.

Dimana didalamnya terdapat sarana dan prasarana serta ruang bermain yang ramah anak (RBRA), serta sebagai paru-paru kota, menghijaukan Kembali Kawasan padat sebagai penyedia oksigen.

Sitti menyampaikan, Pembangunan Ruang Bermain Ramah Anak Bersumber dari Dana APBN sebesar Rp. 17.211.093.600,00 (Tujuh Belas Milyar Dua Ratus Sebelas Juta Sembilan Puluh Tiga Ribu Enam Ratus Rupiah). ***(Abdel Syah)

Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Papua Selatan dalam Ancaman Api: Tim Task Force Patriot UGM Serukan Kolaborasi Tangani Karhutla

14 October 2026 - 14:04 WIT

Papua Selatan Luncurkan Tiga Inisiatif Strategis untuk Perkuat Data dan Layanan Dasar

28 September 2026 - 15:39 WIT

Dorong Nilai Tambah Produk Lokal, Tim Ekspedisi Muting UGM Gelar Pelatihan Hilirisasi Pertanian

24 September 2026 - 13:06 WIT

Gubernur Papua Selatan: PSN Butuh15 Ribu Tenaga Kerja

30 May 2026 - 22:30 WIT

Potret Gubernur Apolo Safanpo Dikukuhkan Jadi Keluarga Malind-Anim 

11 March 2025 - 11:48 WIT

Gubernur dan Wagub Papua Selatan Dorong Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur dan Ekonomi Kerakyatan

10 March 2025 - 19:27 WIT

Trending di KABAR PAPUA SELATAN