KABARPAPUA.CO, Merauke – Tim Ekspedisi Patriot Universitas Gadjah Mada (TEP UGM) PS014 menyelenggarakan Pelatihan Hilirisasi Produk Pertanian melalui program pemberdayaan Kelembagaan Masyarakat Berdaya (Kembara) di Balai Kampung Mandekman, Distrik Ulilin, Kabupaten Merauke, Rabu 23 September 2026.
Kegiatan pelatihan ini, diinisiasi tim yang dipimpin Agustinus Supriyanto bersama Wakil Ketua Tim M. Yusril Mirza, serta anggota tim Amara Elvira, Divya Ayunda Pramesti, Dea Nurfath Ramadhani, dan Retno Dwi Hastuti.
“Tujuan pelatihan ini, memperkuat kapasitas kelembagaan masyarakat dalam mengembangkan usaha berbasis potensi pertanian lokal melalui pengolahan, pengemasan, dan pemasaran produk,” kata Wakil Ketua sekaligus Koordinator Lapangan TEP UGM PS014, M Yusril Mirza, dalam pernyataan tertulisnya kepada media, Kamis, 24 September 2026.
Menurut Yusril, Kampung Mandekman, berada di kawasan Transmigrasi Muting, memiliki potensi hasil pertanian berupa sayuran dan tanaman hortikultura.
“Pelatihan ini mendorong masyarakat mengembangkan potensi tersebut, tak hanya sebagai bahan mentah, tapi menjadi produk yang memiliki nilai tambah melalui proses pengolahan, pengemasan, dan pemasaran,” katanya.

Yusril juga menjelaskan, bahwa Program Kembara bertujuan mendorong kemajuan ekonomi yang menjangkau organisasi masyarakat sekaligus anggotanya.
“Harapan dengan adanya Program Kembara ini, kami bisa menginisiasi kemajuan dari segi ekonomi. Manfaatnya tak hanya bagi kelembagaan masyarakat, tapi juga individu yang ada di dalamnya melalui pelatihan dan pendampingan yang dilakukan dalam program ini,” ujarnya.
Pelatihan ini menyasar puluhan peserta dari berbagai unsur kelembagaan di Kampung Mandekman, meliputi Muslimat, PKK, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Kelompok Gereja Katolik, serta Pesantren Al Munawwaroh Mandekman.
“Keterlibatan kelompok tersebut diharapkan membuka ruang kerja sama kolaborasi dalam merancang dan mengembangkan produk sesuai dengan sumber daya yang tersedia di kampung,” jelas Yusril.
Dengan membawa tema pelatihan “Strategi Membangun Inisiasi Produk Kewirausahaan bagi Kelembagaan Berbasis Hasil Pertanian”, pelatihan ini mencakup materi identifikasi bahan baku lokal, pengolahan sederhana, pengemasan, serta strategi pemasaran yang mempertimbangkan kebutuhan konsumen.

Pelatihan ini juga menghadirkan akademisi dari Prodi Agribisnis Universitas Musamus sebagai narasumber, yakni Maria Maghdalena, Nina Maksimiliana Ginting, dan Febri Nur Pramudya.
Menurut Yusril, pelatihan ini menjadi bagian dari rangkaian pembekalan dalam Program Kembara sebagai program pemberdayaan bagi kelembagaan masyarakat di Kawasan Transmigrasi.
“Dimana setelah diadakan pelatihan, para peserta akan direncanakan mengikuti pendampingan inisiasi produk kelembagaan dari bulan September hingga November 2026,” terang Yusril.
Pendampingan ini bertujuan meningkatkan aktivasi kelembagaan, membangun kemandirian masyarakat transmigrasi dalam mengembangkan ide program produktif, serta memperkuat ekonomi kelembagaan melalui inisiasi produk kewirausahaan berbasis potensi lokal.
Kemudian pada tahap akhir, Program Kembara akan ditutup melalui kegiatan diseminasi dalam bentuk Mini Expo Inovasi Produk Kampung.

Kegiatan itu menjadi ruang bagi masyarakat memperkenalkan hasil inovasi kelembagaan yang telah dikembangkan selama rangkaian program, sekaligus membuka peluang penguatan ekonomi berbasis kelembagaan masyarakat melalui potensi lokal.
Kepala Distrik Ulilin, Junaidi, menyampaikan apresiasi atas kehadiran TEP UGM di wilayahnya. Ia berharap program ini dapat mendukung kebutuhan masyarakat dan pemerintah distrik dalam pengembangan kawasan transmigrasi.
“Kami menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada Tim Ekspedisi Patriot dari UGM. Kehadirannya diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kawasan transmigrasi, khususnya di Distrik Ulilin. Semoga program yang dilaksanakan membawa manfaat positif bagi masyarakat dan pemerintah Distrik Ulilin,” jelas Junaidi.
Dukungan terhadap penguatan peran kelembagaan juga disampaikan Kapolsek Muting, Iptu Melkianus Bunga. Ia menyoroti perlunya kelompok masyarakat mengembangkan kegiatan produktif agar pertemuan organisasi dapat memberikan manfaat ekonomi bagi anggotanya.
“Kelembagaan masyarakat yang ada di dalam kampung, selama ini hanya dibentuk sebagai ajang berkumpul saja. Harapannya setelah diberikan wawasan, dapat mengangkat ekonomi masyarakat,” ujar Melkianus.

Dari sisi peserta, Siti Lainah menyampaikan bahwa kehadiran tim dan narasumber memberikan kesempatan untuk memperluas pengetahuan tentang pengembangan potensi daerah.
“Kami sangat bersyukur dan bangga atas kehadiran Tim Ekspedisi Patriot ke Kawasan Transmigrasi Muting ini. Kehadiran para narasumber dapat membuka wawasan kami untuk meningkatkan kualitas daerah secara berkelanjutan. Semoga ilmu dan keterampilan dari program pemberdayaan ekonomi ini dapat kami jaga dan terapkan,” tutur Siti.
Peserta lainnya, Yuliana Alimo Mahuse, juga menyambut baik pelaksanaan program di Kampung Mandekman. Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat.
“Kami berterima kasih kepada UGM karena sudah datang di Kampung Mandekman. Kami berharap ke depannya ada dampak kemajuan bagi kami,” kata Yuliana.
Program Kembara pada dasarnya sejalan dengan arah pembangunan transmigrasi yang diungkapkan oleh Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, yang menempatkan masyarakat sebagai aktor utama dalam pengembangan kawasan.
“Keberhasilan transmigrasi saat ini tidak hanya dilihat dari pembangunan permukiman, tetapi bagaimana kawasan transmigrasi mampu berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya, Senin, 14 September 2026 lalu.
Melalui Program Kembara, TEP UGM PS014 berupaya mendorong kelembagaan masyarakat menjadi penggerak kegiatan ekonomi di Kawasan Transmigrasi Muting.
Pelatihan dan pendampingan diharapkan membantu masyarakat menerapkan keterampilan secara berkelanjutan, membangun kerja sama antarkelompok, serta mengembangkan sumber pendapatan berbasis potensi setempat.
Program ini sekaligus menjadi bagian dari dukungan upaya Pemerintah Republik Indonesia dalam memperkuat perekonomian nasional melalui pembangunan berbasis masyarakat, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara nyata sekaligus mendorong terciptanya kemandirian ekonomi masyarakat dan bangsa. ***(Siaran Pers)













