KABARPAPUA.CO, Serui – Dinas Pariwisata, Kebudayaan, dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Kabupaten Kepulauan Yapen menggelar pelatihan pembuatan suvenir berupa noken, kabilia, dan perahu hias, serta pameran kerajinan lokal.
Kegiatan yang melibatkan pengrajin dari empat distrik, diantaranya Distrik Yapen Selatan, Distrik Anotaurei, Distrik Ampimoi, dan Distrik Kepulauan Ambai. Kegiatan ini digelar di Aula LPP RRI Serui, yang berlangsung Senin, 12 Oktober 2026 hingga Rabu, 14 Oktober 2026.
Pelatihan ini pembuatan suvenir ini bertujuan melestarikan keterampilan kerajinan tradisional, sekaligus meningkatkan kemampuan pengrajin lokal dalam mengembangkan produk bernilai budaya dan ekonomi.
Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata, Kebudayaan, dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Kepulauan Yapen, Christine Leorenz Thanu mengatakan, pelatihan ini merupakan salah satu upaya menjaga dan mewariskan keterampilan budaya kepada generasi muda.
“Melalui kegiatan ini, para peserta yang merupakan pengrajin lokal diharapkan dapat meningkatkan keterampilan dalam membuat berbagai produk kerajinan, mulai dari noken, kabilia, hingga perahu hias,” kata Christine.
Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Yapen, Alfred J. Worabai, saat membacakan sambutan Bupati Kepulauan Yapen pada pembukaan kegiatan, Senin, 12 Oktober 2026, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan pelatihan tersebut.
“Sektor ekonomi kreatif memiliki peran penting dalam pembangunan daerah. Selain memberikan nilai ekonomi, sektor ini juga menjadi bagian penting dalam menjaga dan melestarikan kearifan lokal serta budaya masyarakat,” jelas Alfred.

Plh Sekda Kepulauan Yapen, Alfred J. Worabai, saat membacakan sambutan Bupati pada pembukaan pelatihan kerajinan lokal di LPP RRI Serui. (KabarPapua.co/Ainun Faathirjal)
Karena itu, kata Alfred, pengembangan ekonomi kreatif perlu terus didorong agar potensi budaya yang dimiliki masyarakat dapat dikembangkan menjadi produk kerajinan yang memiliki daya saing dan nilai tambah ekonomi.
Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Kepulauan Yapen, Niko Imbiri, turut menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Niko mengakui, masyarakat Kepulauan Yapen memiliki beragam kerajinan tangan yang menarik serta mengandung nilai budaya dan ekonomi, seperti noken, kabilia, dan perahu hias.
“Potensi tersebut perlu terus dikembangkan agar dapat menjadi salah satu daya tarik daerah sekaligus membuka peluang ekonomi bagi para pengrajin lokal,” terang Niko.
Salah satu materi yang diberikan dalam pelatihan tersebut adalah pembuatan noken, meliputi pemilihan dan pengolahan bahan serat alam, teknik merajut, hingga pengembangan motif dan pewarnaan.
Melalui pelatihan ini, diharapkan para pengrajin lokal semakin terampil dan mampu mengembangkan produk kerajinan khas Kepulauan Yapen, sehingga pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. ***(Ainun Faathirjal)








