Menu ✖

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR PAPUA TENGAH · 10 Oct 2026 12:28 WIT

Ketua DPRK Nabire Klarifikasi Informasi Dugaan Pengusiran Wartawan Saat Peliputan


					Suasana saat DPRK Nabire klarifikasin soal dugaan pengusiran wartawan ketika melakukan peliputan. (KabarPapua.co/Agies Pranoto) Perbesar

Suasana saat DPRK Nabire klarifikasin soal dugaan pengusiran wartawan ketika melakukan peliputan. (KabarPapua.co/Agies Pranoto)

KABARPAPUA.CO, Nabire – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Nabire Nancy Worabay, memberikan ruang dan memfasilitasi wartawan untuk menyampaikan aspirasi sekaligus memberikan klarifikasi terkait informasi yang beredar mengenai dugaan pengusiran wartawan saat hendak melakukan peliputan di lingkungan kantor DPRK Nabire.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPRK Nabire, Nancy Worabay menjelaskan, pihaknya ingin meluruskan persoalan yang berkembang agar tidak menimbulkan kesalahpahaman antara lembaga legislatif dan insan pers (wartawan).

Nancy menegaskan pentingnya membangun komunikasi yang baik dengan wartawan sebagai mitra dalam penyampaian informasi kepada masyarakat. Menurutnya, pers memiliki peran strategis dalam menyampaikan berbagai kegiatan, kebijakan, serta kinerja lembaga pemerintahan kepada publik.

“Kami tak bermaksud menghalangi tugas wartawan, kami mempersilahkan peliputan jika kegiatannya memang terbuka untuk umum, dan apabila tertutup akan juga diberitahukan. Jika ada peliputan berikutnya, wartawan harus menggunakan Identity Card (ID Card) atau kartu identitas, dan memperkenalkan diri,” jelas Nancy, Jumat, 9 Oktober 2026.

Fasilitasi ini, kata Nancy, diharapkan menjadi langkah positif untuk memperkuat hubungan antara DPRK Nabire dan insan pers, sekaligus memastikan pelaksanaan tugas jurnalistik dapat berjalan dengan baik sesuai ketentuan yang berlaku.

Dengan adanya klarifikasi itu, kata Nancy, diharapkan tak ada lagi kesalahpahaman yang berlarut-larut. Hubungan yang harmonis antara lembaga legislatif dan wartawan dinilai penting.

“Ini untuk mewujudkan keterbukaan informasi dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga publik. Kami juga meminta, agar buat berita yang berimbang dan konfirmasi. Jangan hal yang tak sesuai, langsung di up (naikkan) di media. Saya yakin teman-teman media profesional,” jelasnya. ***(Agies Pranoto)

Artikel ini telah dibaca 69 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

TPP Bangkit Papua Tengah Jajaki Kerja Sama dengan Bank Papua

10 October 2026 - 14:35 WIT

Edukasi Pelajar, IMI Nabire Gencarkan Sosialisasi Keselamatan Berkendara ke Sekolah

10 October 2026 - 14:10 WIT

MAJU BERSAMA GUBERNUR: Papua Tengah Terang! Listrik Energi Terbarukan Nyala Hingga Pelosok

4 October 2026 - 20:03 WIT

Aksi Memukau Dua Siswa Mepa Boarding School Sukses Guncang Panggung Dies Natalis Ke-1

30 September 2026 - 16:18 WIT

Dies Natalis Ke-1, Mepa Boarding School Harus Dapat Membangun Fondasi Pendidikan yang Kuat

30 September 2026 - 12:06 WIT

Tas Noken Warnai Pembukaan Acara Rakor yang Digelar Bapperida Papua Tengah

29 September 2026 - 13:13 WIT

Trending di KABAR PAPUA TENGAH