Menu ✖

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR JAYAPURA · 5 Aug 2026 23:46 WIT

Bupati Jayapura: Tak Ada Korban Meninggal Insiden Keracunan di Depapre


					Bupati Jayapura, Yunus Wonda saat berada di tengah pasien yang diduga keracunan MBG. Foto: Ist Perbesar

Bupati Jayapura, Yunus Wonda saat berada di tengah pasien yang diduga keracunan MBG. Foto: Ist

KABARPAPUA.CO, Sentani– Bupati Jayapura, Yunus Wonda memastikan hingga Rabu malam, 5 Agustus 2026 tak ada korban meninggal dunia akibat dugaan keracunan menu makan bergizi gratis (MBG) di Depapre Kabupaten Jayapura.  

Dirinya memastikan para korban akan mendapatkan pelayanan medis maksimaldengan fasilitas yang ada. Yunus mengakui sejak Selasa malam 4 Agustus 2025, para korban datang ke puskesmas ataupun ke RSUD Yowari Sentani dengan keluhan sakit perut, pusing, demam, hingga kejang. 

“Seluruh pasien terus dipantau oleh tim medis. Sampai detik ini saya bicara, tak ada korban meninggal dunia,” katanya kepada wartawan, Rabu 5 Agustus 2026.

Dirinya juga akan mengevaluasi secara menyeluruh pelaksanaan program MBG di Kabupaten Jayapura agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Kejadian ini menjadi peringatan keras bagi seluruh penyelenggara program MBG di Kabupaten Jayapura. Tingkatkan pengawasan terhadap kebersihan dapur, kualitas bahan pangan, hingga proses pengolahan dan distribusi makanan. Progam MBG untuk anak sehat, maka kualitas dan kebersihan makanan harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar memenuhi target pembagian makanan,” katanya.

Yunus meminta seluruh pengelola dapur MBG membuka akses keterbukaan kepada pemerintah daerah, agar pengawasan terhadap proses penyediaan makanan dapat dilakukan secara berkala.

“Keterbukaan diperlukan untuk memastikan seluruh standar keamanan pangan benar-benar diterapkan sehingga masyarakat mendapatkan makanan yang aman dan bergizi,” katanya.

Meski begitu, pemerintah belum dapat memastikan jumlah pasti warga yang terdampak karena proses pendataan masih berlangsung dan masih ditemukan warga yang harus dievakuasi dari sejumlah kampung di Distrik Depapre.

“Kami juga belum mengetahui apakah penyebabnya berasal dari salah satu jenis makanan atau faktor lain. Biarkan hasil pemeriksaan yang menjelaskan dan saat ini fokus pada pasien tertangani agar dapat ditangani dengan baik dan kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” ujarnya. *** (Katharina) 

Artikel ini telah dibaca 72 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Suara dari Ujung Timur: Cipayung Papua Desak Hukuman Berat Pelaku Penyadapan Presiden

4 November 2026 - 22:18 WIT

Polda Papua Tengah: Vape Dilarang untuk Polisi, Tanpa Pengecualian

3 November 2026 - 11:27 WIT

Hari Ketiga Operasi Patuh Cartenz 2026, Polres Kepulauan Yapen Jaring 49 Kendaraan

29 October 2026 - 23:28 WIT

Yonif TP 909 KRP Pererat Silaturahmi dengan Jemaat Gereja Alfa-Omega Panduami

29 October 2026 - 22:45 WIT

Warga Sipil Ditikam di Dekai, Keterlibatan KKB Diselidiki

28 October 2026 - 20:31 WIT

Hari Sumpah Pemuda Ke-98, Kapolres Kepulauan Yapen Ajak Pemuda Jaga Persatuan

28 October 2026 - 19:57 WIT

Trending di PERISTIWA